JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin malam menyebabkan banjir parah di sejumlah kawasan, terutama di Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat.
Ketinggian air bervariasi antara 0,5 meter hingga mencapai 2 meter, bahkan di beberapa titik mencapai 3 meter.
Untuk membantu evakuasi warga terdampak, ratusan prajurit TNI Angkatan Laut dari Pasmar 1 dan Yonmarhanlan III Jakarta dikerahkan ke lokasi-lokasi banjir.
Beberapa titik fokus evakuasi antara lain Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi, Kebon Pala Jakarta Timur, Gereja GPIB Menara Kasih Bekasi, Perumahan Villa Nusa Indah Bekasi, dan Pekayon Kecamatan Bekasi Barat.
Dalam operasi evakuasi, prajurit Marinir menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti truk, perahu karet dengan motor tempel 40 PK, serta peralatan logistik lainnya.
Tim kesehatan juga disiagakan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan layanan medis yang diperlukan.
Proses evakuasi memprioritaskan anak-anak, wanita, dan lanjut usia, yang dibawa ke posko-posko pengungsian darurat menggunakan perahu karet.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama I Made Wira Hady menyatakan, “Kita juga mengerahkan tim kesehatan untuk mempermudah proses evakuasi agar berjalan aman dan lancar serta memastikan seluruh warga terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan,” katanya, Selasa (4/3/2026).
Respon cepat prajurit TNI AL ini sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, bahwa TNI AL akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan maritim, tetapi juga berperan aktif dalam penanggulangan bencana alam.
Selain itu, banjir juga menyebabkan gangguan signifikan di wilayah lain. Di Jakarta Timur, banjir setinggi 3 hingga 4,9 meter tercatat di tiga RT Kelurahan Gedong.
Sementara itu, di Bekasi, sebuah rumah sakit terendam banjir, memaksa evakuasi pasien dan menyebabkan pemadaman listrik.
Pemerintah daerah telah meningkatkan status siaga dan mengerahkan berbagai upaya untuk mengatasi dampak banjir, termasuk penggunaan pompa air dan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan.
Situasi ini mengingatkan kembali akan kerentanan wilayah Jabodetabek terhadap banjir, menekankan pentingnya upaya mitigasi dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam. ***
Penulis : dafri jh
Editor : regardo













