Produksi Beras Meningkat Tajam, Stok Nasional Diyakini Aman

- Penulis

Minggu, 16 Februari 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padi siap panen menjadi beras (lazir)

Padi siap panen menjadi beras (lazir)

JAKARTA – Ketahanan pangan nasional tetap terjaga seiring dengan meningkatnya produksi beras awal 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada Januari–Maret 2025 diperkirakan mencapai 8,67 juta ton, melonjak 52,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 5,69 juta ton.

Kenaikan produksi ini sejalan dengan meningkatnya luas panen padi yang mencapai 2,83 juta hektare, bertambah sekitar 970 ribu hektare atau 52,08% dibandingkan luas panen pada Januari–Maret 2024 yang hanya 1,86 juta hektare.

“Produksi beras tahun ini meningkat signifikan, sehingga pasokan dalam negeri lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Moch. Arief Cahyono,  dalam.keterangannya, (16/2/2025).

Tak hanya itu, peningkatan produksi juga berdampak pada stabilnya harga beras. Berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2025 tercatat Rp12.796 per kg, turun 4,30% dibandingkan Januari 2024.

“Biasanya awal tahun harga beras cenderung naik, tetapi kali ini relatif stabil berkat produksi yang meningkat,” ujar Arief.

Sementara itu, di tengah kondisi pangan global yang bergejolak, Indonesia justru mencatat tren positif. Filipina baru-baru ini menetapkan status darurat ketahanan pangan akibat lonjakan harga beras yang tak terkendali.

“Kami prihatin dengan situasi di Filipina, tetapi ini bukan hal yang mengejutkan. Pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah jauh-jauh hari memperingatkan potensi krisis pangan global. Karena itu, kami telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasinya,” ungkap Arief.

Untuk memastikan stok nasional tetap aman, Kementan meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah petani. Pemerintah juga mengalokasikan tambahan anggaran Rp16,6 triliun guna menyerap 3 juta ton setara beras hingga April 2025.

“Produksi meningkat, dan Bulog berperan penting dalam menyerap hasil panen petani. Kami yakin Bulog mampu menjalankan tugasnya sehingga stok beras nasional tetap terjaga,” tutur Arief.

Selain itu, Kementan telah memfasilitasi kesepakatan antara Bulog dan industri penggilingan padi untuk menyerap 2,1 juta ton setara beras dari petani.

“Jika semua pihak berkomitmen penuh, kami optimistis stok beras tahun ini akan tetap aman,” pungkasnya. ***

Penulis : amanda

Editor : regardo

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru