RENTAK.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (11/2/2025) menyebabkan banjir yang merendam ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Banjir ini berdampak pada 460 kepala keluarga (KK) dan memaksa warga untuk mengungsi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, dan warga setempat bergerak cepat melakukan evakuasi.
Operasi penyelamatan yang berlangsung hingga sore hari berhasil mengevakuasi enam warga, termasuk seorang balita, ke tempat yang lebih aman.
Iptu R. Kalimantan Jaya, S.H, menyampaikan bahwa banjir melanda Desa Dadap, Desa Gapura, dan Desa Bangket Parak. “Beberapa warga telah kita evakuasi ke lokasi yang lebih aman. Namun, sebagian warga lainnya ada juga yang memilih untuk bertahan di rumah karena mereka memiliki hewan ternak yang harus dijaga,” ungkap Iptu R. Kalimantan Jaya pada Rabu (12/02/2025).
Fenomena warga yang memilih bertahan di rumah demi menjaga hewan ternak menjadi sorotan dalam kejadian ini.
Meskipun dievakuasi ke tempat yang aman, banyak warga yang merasa khawatir dengan kondisi hewan ternak mereka yang ditinggalkan di tengah banjir.
Iptu Kalimantan Jaya menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan pendataan terhadap jumlah korban terdampak, memantau perkembangan situasi, serta memastikan keamanan di sekitar lokasi.
Saat ini, ketinggian air di Desa Dadap dan Desa Gapura mulai surut. Namun, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan disertai angin kencang, wilayah Kecamatan Pujut masih berpotensi mengalami banjir susulan.
“Kami mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada. Jika hujan deras kembali turun disertai angin kencang, segera selamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Tim kami siap melakukan evakuasi kapan pun diperlukan,” imbau Iptu R. Kalimantan Jaya.
Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana Lombok Tengah terus memantau kondisi di lokasi serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna mengurangi dampak bencana terhadap warga dan hewan ternak mereka.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: TBNews.go.id













