JAKARTA – Adaptasi film A Business Proposal dari webtoon The Office Blind Date karya HaeHwa akhirnya tayang di Indonesia. Sebelumnya, cerita ini sukses diangkat menjadi drama Korea pada 2022 dan mendapat respons positif dari penggemar. Sebelum drama ini launching dalam garapan film Indonesia, alih-alih dikenang karena kualitas adaptasinya, film ini justru lebih banyak diperbincangkan karena kontroversi di balik layarnya.
Film ini masih mengusung inti kisah yang sama. Sari (Ariel Tatum), seorang karyawan di perusahaan makanan, menghadiri kencan buta menggantikan sahabatnya, Yasmin (Caitlin Halderman).
Namun, ia justru bertemu dengan bos barunya, Utama (Abidzar Al Ghifari). Sementara itu, Yasmin malah terpikat pada Satrio (Ardhito Pramono), adik Utama.
Naskah yang ditulis oleh Adhitya Mulya berupaya mempertahankan esensi cerita drama Korea-nya. Namun, ada tantangan besar dalam memadatkan serial sepanjang 12 jam menjadi film berdurasi 117 menit. Beberapa bagian terasa terburu-buru, terutama dalam menyelesaikan konflik.
Kontroversi Abidzar Al Ghifari yang Memicu Kritik Netizen
Sayangnya, perbincangan soal film ini lebih banyak berfokus pada kontroversi yang melibatkan Abidzar Al Ghifari. Banyak penggemar yang kecewa setelah mengetahui bahwa Abidzar tidak menonton drama Korea Business Proposal ataupun membaca webtoonnya sebelum memerankan karakter Utama.
“Aku cuma nonton episode pertamanya aja, setelah itu enggak lanjut,” ujar Abidzar dalam sebuah wawancara. Ia mengaku ingin membentuk karakternya sendiri tanpa terpengaruh versi sebelumnya.
Pernyataan ini memicu kemarahan netizen, terutama penggemar drama aslinya. Mereka berpendapat bahwa seorang aktor dalam film adaptasi seharusnya memahami sumber materi terlebih dahulu agar bisa membawakan peran dengan lebih autentik.
Sikap Abidzar semakin disorot setelah ia menyebut penonton drama Korea sebagai “fans fanatik” saat merespons kritik yang diterimanya. Ketika ditanya soal reaksi netizen yang marah, ia berkata “Ngapain juga diinget-inget, mereka juga enggak bakal diundang ke premiere.”
Komentar ini semakin memperburuk situasi. Banyak netizen yang merasa Abidzar arogan dan tidak menghargai calon penonton filmnya sendiri. Beberapa bahkan menyerukan boikot terhadap A Business Proposal.
Permintaan Maaf Terbuka Abidzar
Menjelang penayangan film, Abidzar akhirnya mengunggah permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, bekerja sama dengan Falcon Pictures.
“Saya memohon maaf kepada semua orang yang merasa tersakiti oleh sikap, perbuatan, dan ucapan saya,” tulisnya. “Ini menjadi pelajaran besar bagi saya untuk lebih dewasa dan bijaksana.”
Namun, permintaan maaf ini tampaknya tidak cukup untuk meredakan kemarahan netizen. Kolom komentar unggahannya masih dipenuhi kritik pedas.
“Kamu minta maaf biar filmnya laku, bukan karena merasa salah,” tulis seorang netizen.
“Fans drama Korea itu bagian dari target pasar film ini, tapi malah diremehin. Gimana filmnya mau sukses?” komentar lainnya.
Bahkan, ada yang menyarankan Abidzar untuk lebih banyak belajar mengendalikan ego agar tidak terjebak dalam star syndrome.
Akankah Kontroversi Mempengaruhi Kesuksesan Film?
Film A Business Proposal yang resmi tayang pada Kamis, 6 Februari 2025. Namun, dengan gelombang boikot yang digaungkan oleh netizen, masih menjadi tanda tanya apakah film ini dapat mencapai kesuksesan seperti drama Korea pendahulunya.
Apakah kualitas filmnya mampu mengalahkan kontroversi yang menyertainya? Atau justru kritik dari netizen akan berdampak besar pada jumlah penonton di bioskop? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa minggu ke depan. (RKL)
Penulis : Rahmat Kurnia Lubis
Editor : Erka













