JAKARTA- Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, menerima audiensi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Sultan menegaskan pentingnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang diusung DPD RI masuk dalam Prolegnas Prioritas 2025. Ia menilai, regulasi ini bisa menjadi solusi untuk memperkuat daerah serta mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Saya mengapresiasi dukungan GMNI kepada DPD RI dalam mendorong dan mengamplifikasi agar RUU Daerah Kepulauan ini segera disahkan menjadi Undang-Undang,” ujar Sultan.
Di tengah keterbatasan kewenangan DPD RI dan efisiensi anggaran, Sultan menegaskan bahwa pihaknya tetap bekerja maksimal untuk mewakili kepentingan daerah di tingkat pusat. Ia juga mengajak anak muda yang melek politik untuk ikut memperjuangkan isu-isu daerah.
“Anak-anak muda seperti kalian punya peran besar dalam mengamplifikasi tugas politik DPD RI. Jangan ragu untuk menyuarakan apa yang sedang kami perjuangkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum GMNI, Imanuel Cahyadi, menyatakan dukungan penuh terhadap pengesahan RUU Daerah Kepulauan. Menurutnya, DPD RI sebagai representasi daerah harus mendapatkan kewenangan yang lebih kuat agar mampu mendorong pembangunan yang lebih merata.
“Kami melihat pentingnya RUU ini untuk menciptakan pembangunan yang lebih Indonesia-sentris dan menjembatani kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa, serta antara wilayah barat dan timur,” jelas Imanuel.
Imanuel menambahkan bahwa daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama wilayah kepulauan, sangat membutuhkan pemerataan pembangunan. Mereka ingin berkembang dalam pengelolaan sumber daya manusia dan alamnya tanpa hanya bergantung pada dana transfer dari pusat.
“Kami akan terus menyuarakan pentingnya RUU ini agar tidak hanya sekadar masuk dan keluar Prolegnas tanpa kepastian,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Sultan mengajak mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan mendalami politik sejak dini. Ia juga menyinggung isi bukunya, Green Democracy, yang membahas sistem politik Indonesia yang masih mahal dan belum ideal.
“Teman-teman punya potensi dan kemampuan luar biasa. Jangan kalah dengan mereka yang memiliki sumber daya besar dalam politik. Ide dan gagasan anak muda sangat diperlukan,” pungkas Sultan. **
Penulis : lazir
Editor : ameri













