RENTAK.ID – Sebanyak 375 jemaah calon haji (JCH) dari Kota Kediri saat ini tengah menanti kabar penting terkait biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2025.
Mereka masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) yang akan menentukan besaran biaya yang harus dilunasi.
Solihati Qonita, staf dan operator seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Kediri, menjelaskan bahwa jumlah JCH Kota Kediri yang akan berangkat pada tahun 2025 sebanyak 375 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 248 jemaah haji reguler, 8 jemaah lansia, dan 119 jemaah cadangan.
“Saat ini, 176 paspor telah dikirim ke Kanwil dan proses biovisa sudah hampir selesai. Kami mengimbau jemaah cadangan untuk segera melakukan biovisa agar siap jika ada panggilan,” ujar Solihati pada Rabu (5/1/2025).
Sementara itu, Ibnu Nandir, Ketua Kloter Haji 2025 Kota Kediri, mengungkapkan bahwa para jemaah calon haji reguler telah diundang oleh Kementerian Agama Kota Kediri untuk mempersiapkan diri terkait pelunasan BPIH.
“Keppres akan menentukan biaya perjalanan haji untuk setiap embarkasi, termasuk Surabaya. Jemaah telah menerima informasi bahwa untuk pelunasan, mereka harus memiliki surat kesehatan yang menyatakan istithoah (mampu). Proses ini sedang berjalan,” kata Ibnu.
Ibnu menambahkan bahwa sejak awal, di sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat), data jemaah reguler sudah muncul dan mereka telah diundang oleh Kementerian Agama untuk membahas persiapan pelunasan.
Ibnu berharap seluruh jemaah calon haji Kota Kediri tahun 2025 tetap menjaga kesehatan agar memenuhi syarat istithoah yang diperlukan untuk berangkat haji.
Selain itu, ia juga mengimbau agar para jemaah mempersiapkan diri dengan mempelajari ilmu terkait ibadah haji, sehingga pelaksanaan haji dapat berjalan lancar dan menjadi haji mabrur.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: RRI.co.id













