Pengamat: Swasembada Beras di Indonesia Secara Matematis Mungkin, Asalkan Konsisten

- Penulis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi. (dok. pribadi)

Pengamat Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi. (dok. pribadi)

JAKARTÀ – Pengamat Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi, menyatakan bahwa swasembada beras di Indonesia secara matematis memungkinkan untuk dicapai.

Hal ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kebutuhan beras nasional sekitar 31,2 juta ton per tahun.

“Nah, produksi beras kita di tahun 2023 mencapai 31,1 juta ton. Sementara itu, data produksi dan konsumsi di tahun 2024 tidak jauh berbeda. Melihat upaya pemerintah dalam menggalakkan ekstensifikasi dan intensifikasi, serta kerja sama dengan TNI, seharusnya tambahan 100.000 ton bisa terpenuhi,” ujar Prima Gandhi,  Sabtu (1/2/2025).

Namun, ia menekankan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam mencapai swasembada beras secara berkelanjutan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan lahan, kualitas input pertanian seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), akses terhadap teknologi pertanian, perubahan iklim, serta infrastruktur yang masih terbatas.

“Yang paling penting adalah political will pemerintah. Kebijakan produksi harus konsisten dan tidak justru menghancurkan infrastruktur pertanian yang sudah ada,” tegasnya.

Menurutnya, ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan dan swasembada beras di Indonesia. Salah satunya adalah dengan membuka lahan pertanian baru melalui ekstensifikasi dan intensifikasi, menyediakan input pertanian berkualitas, serta memastikan akses permodalan bagi petani.

“Jika petani memiliki akses terhadap permodalan yang memadai, maka mereka bisa lebih leluasa meningkatkan produksi. Dampaknya, produksi komoditas pertanian, termasuk beras, akan meningkat,” tambahnya.

Pemerintah Prabowo juga memiliki target besar dalam mencapai swasembada beras. Namun, tantangan yang dihadapi cukup kompleks, seperti alih fungsi lahan, kerusakan lahan akibat erosi dan penggunaan pupuk kimia berlebihan, dampak perubahan iklim, serta ketergantungan pada impor beras.

Sebagai solusi, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup pengembangan lahan pertanian baru, peningkatan produktivitas melalui teknologi pertanian modern, pengembangan varietas padi unggul, perbaikan sistem irigasi, serta penguatan industri pengolahan beras.

“Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, saya yakin swasembada beras bisa dicapai dalam waktu dekat,” tutup Prima Gandhi.

 

Penulis : rizal

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru