Menolak Relokasi dan Tawaran Rp. 3,6 Miliar, Kini Rumah Seorang Warga di China Terkepung Jalan Tol

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah rumah di Jinxi, China, kini hanya bisa diakses melalui jalan pintas berbentuk terowongan kecil setelah pemiliknya menolak tawaran ganti rugi relokasi dari pemerintah. Huang Ping, sang pemilik, menolak kompensasi sebesar £180.000 atau sekitar Rp 3,6 miliar (kurs Rp 20.187) dan memilih bertahan di rumahnya, meski kini berada di tengah jalan tol yang sedang dibangun.

Rumah yang Terhimpit Jalan Tol

Rumah Huang kini terletak di dalam lubang besar yang terbentuk akibat pembangunan jalan tol. Permukaan jalan tol sejajar dengan atap rumahnya, dan jalan tersebut bercabang untuk menghindari rumah tersebut. Untuk keamanan, pihak kontraktor memasang pagar pembatas di sekitar rumah, serta dinding penahan bertingkat di pinggirnya.

Kondisi ini mencerminkan fenomena yang cukup sering terjadi di China. Rumah-rumah seperti ini disebut sebagai dingzihu atau “rumah paku”—simbol perlawanan individu terhadap kebijakan pemerintah dalam proyek pembangunan.

Kehidupan Sehari-hari di Rumah Terisolasi

Huang sendiri tidak selalu tinggal di rumah itu selama proses pembangunan berlangsung. Ia lebih sering menetap bersama anaknya di kota lain dan hanya kembali ke rumahnya setelah pekerjaan konstruksi selesai untuk hari itu.

“Tidak ada cara bagi saya untuk masuk rumah selain lewat terowongan kecil di bawah jalan,” ujar Huang. Dengan jalan tol yang mengapit rumahnya, keluar-masuk lewat jalan biasa sudah mustahil dilakukan.

Namun, setelah jalan tol resmi beroperasi, Huang mulai merasakan dampak buruk keputusannya. “Saya menyesal tidak menerima uang ganti rugi itu,” katanya. Debu dari kendaraan yang melintas membuatnya tidak bisa membuka jendela dan pintu terlalu lama. Selain itu, ia harus terbiasa dengan getaran setiap kali kendaraan berat melintas.

Kini, rumah yang dulu nyaman baginya berubah menjadi tempat yang sulit ditinggali. Keputusan mempertahankan rumahnya dengan harapan bisa hidup seperti biasa kini terasa berat, seiring dengan deru kendaraan yang terus melaju di atasnya. (rk)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB