Memastikan Kualitas Pendidikan di Daerah 3T: Dialog Membuka Jalan Menuju Kesetaraan

- Penulis

Selasa, 21 Januari 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mengatasi ketimpangan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Salah satunya adalah turun ke lapangan mendengar berbagai aspirasi seputar dunia pendidikan. Kali ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, hadir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat untuk berdialog dengan kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan tertinggal).

Dalam pelaksanaan diskusi yang berlangsung Jumat (19/1/2025), Wamendikdasmen menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia yang menekankan perlunya tinjauan pejabat ke lapangan untuk mendengar suasana kebatinan masyarakat khususnya tentang pendidikan.

“Kami harus sering turun ke lapangan dan hadir langsung mendengar suara-suara para guru dan tenaga pendidikan di Kabupaten Sintang khususnya soal pendidikan di daerah 3T,” ujar Fajar.

Kesempatan berdialog di daerah, menurut Fajar menjadi momen yang baik untuk mendengar berbagai masukan dari kepala sekolah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan di wilayah 3T. Beberapa hal yang menjadi topik utama biasanya berhubungan dengan kesejahteraaan guru dan sarana parasarana sekolah.

Ia menambahkan pentingnya sinergitas pusat dan daerah dalam mengawal berbagai kebijakan pendidikan. “Kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah menjadi kunci untuk menyelesaikan pendidikan di Indonesia,” imbuhnya.

Setibanya di Pendopo Sintang, rombongan Wamendikdasmen disambut meriah oleh para peserta diskusi. Semangat memajukan pendidikan di Kabupaten Sintang sangat terasa di daerah itu.

Dalam pelaksanaan Diskusi Pendidikan di Pendopo Bupati Sintang, Wamendikdasmen didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktur Sekolah Dasar, Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Pendidikan Profesi Guru, Wakil Bupati Sintang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Rektor Universitas Muhammadiyah, dan Kepala Sekolah 3T sebagai peserta diskusi.

Wakil Bupati Sintang, Melkianus menegaskan bahwa kehadiran Wamendikdasmen di Sintang merupakan bukti keberpihakan negara bagi daerah-daerah terpencil guna memastikan pemerataan akses pendidikan.

Sebagai daerah 3T, Sintang memiliki tantangan cukup besar dalam bidang pendidikan, baik dari sisi geografis maupun dari sisi kesenjangan akses pendidikan dan pemerataan ekonomi. Hal ini menjadi prioritas pemerintah provinsi dalam upaya pemerataan pendidikan di Kalimantan Barat.

Melalui dialog ini, Wamendikdasmen ingin memastikan penyelesaian persoalan fundamental pendidikan melalui perumusan kebijakan yang efektif.

Dalam hal anggaran, Fajar menegaskan bahwa kemauan politik ini menjadi kata kunci dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

“Perlu diketahui bahwa Kemendikdasmen hanya mengelola 4% dari total anggaran pendidikan dalam APBN. Sisa anggaran itu disitribusikan melalui dana (transfer) daerah. Oleh karena itu, komitmen seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah menjadi sangat penting,” jelas Fajar.

Lebih dari itu, Wamen Fajar menegaskan bahwa komitmen negara dalam hal pendidikan sangat jelas khususnya dalam hal kesejahteraan guru.

“Pak Presiden Prabowo sangat jelas bahwa pemerintah akan memberikan tunjangan guru melalui program yang bertahap dan berkelanjutan,” pungkas Fajar. (***)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru