Keluhan Variasi Menu dan Gizi Program MBG: Komisi IX Minta Perbaikan Segera

- Penulis

Rabu, 15 Januari 2025 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arzeti Bilbina. (dok. pribadi)

Arzeti Bilbina. (dok. pribadi)

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama sepekan menuai berbagai tanggapan. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini, namun menyoroti sejumlah kekurangan terutama pada variasi menu dan kecukupan gizi yang disediakan bagi para pelajar sasaran program.

“Kami memberikan apresiasi terhadap realisasi pelaksanaan Program MBG yang telah berlangsung satu minggu. Namun, kami juga menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait variasi menu yang dirasa monoton. Hal ini membuat banyak pelajar merasa bosan dengan makanan yang disajikan,” ujar Arzeti Bilbina, Rabu (15/1/2025).

Menurut Arzeti, kurangnya variasi menu menjadi salah satu penyebab anak-anak enggan menyantap makanan dari program MBG. Ia menambahkan bahwa keluhan ini tidak hanya soal monoton, tetapi juga terkait rasa makanan yang dinilai kurang enak.

“Kami menerima laporan bahwa beberapa makanan kurang sesuai dengan selera anak-anak. Tentu ini menjadi tantangan untuk memastikan makanan tidak hanya bergizi tetapi juga enak,” tuturnya.

Selain itu, Arzeti menyoroti bahwa beberapa menu makanan belum memenuhi standar pedoman gizi seimbang “Isi Piringku” yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.

Ia mengatakan, “Proporsi karbohidrat, protein, dan sayuran dalam beberapa menu masih belum memadai. Hal ini harus segera diperbaiki untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang seimbang.”

Keluhan serupa, lanjutnya, juga datang dari berbagai daerah. Di Palembang, Sumatera Selatan, misalnya, banyak masyarakat mengeluhkan menu yang kurang variatif dan tidak memenuhi standar gizi. Di Jawa Timur, terdapat laporan mengenai ketidaksesuaian menu dengan pedoman “Isi Piringku” serta distribusi susu yang belum merata.

“Sementara di kawasan Indonesia Timur, tantangan utama adalah ketersediaan dan kualitas bahan baku,” katanya.

Arzeti menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi berbagai kekurangan ini. Ia menyarankan peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperketat pengawasan terhadap jasa katering penyedia makanan. “Penyedia katering harus memastikan menu yang disajikan variatif, bergizi seimbang, dan disesuaikan dengan kebiasaan makan serta bahan pangan lokal yang tersedia,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi IX telah menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait Program MBG, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan Badan Gizi Nasional.

Menurutnya, pemerintah sejauh ini merespons positif masukan yang diterima. “Kami di Komisi IX akan terus memantau dan mendorong pemerintah agar Program MBG ini dapat berjalan lebih baik serta memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru