MEDAN – Teater Nasional (Tena) Medan merayakan hari jadinya yang ke-61 pada Senin, 28 Oktober 2024.
Momen istimewa ini berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, menambah makna dalam perayaan yang penuh rasa syukur dan penghormatan pada sejarah serta pendirinya.
Perayaan sederhana ini diawali dengan doa bersama untuk mengenang para pendiri Tena yang dikenal sebagai “Pandawa 5,” yaitu Burhan Piliang, Sori Siregar, Mazwad Azham, Rusli Mahadi, dan Ishak S.
“Ini adalah saat di mana kami mengenang para pendahulu kami yang telah menginspirasi dan mengukir sejarah Tena Medan. Semoga karya mereka tetap hidup dalam setiap langkah yang kami ambil ke depan,” ujar Baharuddin Saputra, SH, selaku Ketua Tena Medan, Selasa (29/10/2024).
Selain untuk para pendiri, doa juga dipanjatkan bagi puluhan sesepuh Tena yang telah wafat, termasuk D Rifai Harahap, Naswan Efendi, Lahmudin Mane, Dahri Uhum Nst, Buyung Sabren, Adi Pala, Buoy Harjo, Sirtoyono, Ardi Parmin, Burhan Folka, Hadi RA, dan Mahyudin Lubis.
Acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Potongan tumpeng pertama diberikan oleh Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Sumatera Utara, Ir. Sukirman, kepada Ketua Tena Baharuddin Saputra, yang didampingi oleh Sekretaris Yan Amarni Lubis dan Bendahara Prof. Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.Si., serta Ketua Panitia Wan Hidayati.
Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Tena Medan dalam dunia teater Sumatera Utara.
“Kami ucapkan selamat kepada keluarga besar Tena Medan yang sudah mencapai usia 61 tahun. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan dedikasi dan konsistensi yang kuat. Kami berharap, ke depan Tena terus menghasilkan karya-karya teater yang berkualitas, yang mampu memberikan inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat seni budaya Sumatera Utara,” tutur Sukirman.
Acara perayaan HUT ini juga dihadiri oleh sejumlah senior Tena, termasuk Ryana Savitri (Kunung), Rosnani, Jannah, Handono Hadi, Syahrial Felani, Munir Nst, Buyung Bizard, Nasir Kito, Amran SD, Nasir Lubis, Anto Doang, Junaidi Saal, Eliza, dan Evi Khairani. Para seniman teater seperti Porman WM, Agus Susilo, Eko Satrio, Sugeng S. Satya Dharma, Munawar, Mansur Nst, Nasib TS, Dewi Budiati Teruna, Suheri Sasmita, M. Yusuf, dan puluhan lainnya juga turut hadir memeriahkan acara.
Selain memperingati ulang tahun, Ketua Panitia Wan Hidayati menyampaikan bahwa Tena tengah menyusun buku sejarah Tena yang direncanakan terbit dalam waktu dekat.
“Kami telah membentuk tim penulis yang akan merangkum perjalanan panjang Tena Medan. Ini adalah salah satu cara kami untuk memastikan bahwa sejarah dan kontribusi Tena dalam dunia teater tetap terjaga dan dikenal oleh generasi berikutnya,” ujarnya.
Perayaan yang sederhana ini menutup acara dengan penuh kehangatan dan rasa bangga atas perjalanan panjang Tena Medan selama lebih dari enam dekade dalam seni peran, menjadikan momen HUT ini sebagai inspirasi bagi para seniman teater yang hadir. ***













