Unhas Jadi Pusat Kolaborasi ASEAN-Tiongkok, Pendidikan Vokasi Didorong Jadi Mesin Inovasi Ekonomi

- Penulis

Selasa, 8 Juli 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie (dok.rentak.id)

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie (dok.rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat transformasi pendidikan vokasi lewat kolaborasi konkret bersama dunia industri. Langkah ini tak sekadar menghasilkan lulusan akademik, tapi juga mencetak tenaga kerja inovatif dan siap pakai yang bisa langsung menggerakkan roda ekonomi.

“Sudah saatnya pendidikan tinggi kita terhubung erat dengan dunia industri. Kami dorong minimal 30 persen kurikulum vokasi dilaksanakan langsung di lapangan industri, sebagaimana rekomendasi praktik global seperti OECD,” tegas Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, saat kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (7/7/2025).

Salah satu terobosan yang tengah dikembangkan adalah skema University to University to Business (U2U2B), menggandeng mitra dari Tiongkok dalam program T-Fat China and ASEAN. Program ini menghubungkan kampus vokasi di Indonesia dan Tiongkok dengan dunia industri, menciptakan jalur cepat untuk menghasilkan SDM unggul yang sesuai kebutuhan lapangan.

Lewat skema 1+1+1 – satu tahun kuliah di kampus vokasi Indonesia, satu tahun di kampus mitra Tiongkok, dan satu tahun magang langsung di industri – mahasiswa akan digembleng di tiga medan sekaligus: akademik, internasional, dan dunia kerja.

Model ini telah berjalan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Politeknik Sriwijaya (Polsri), dan kini giliran Unhas yang bersiap bergabung. Penandatanganan Framework of Understanding (FOU) menjadi langkah awal implementasi di Makassar.

Bukan cuma itu. Unhas juga ditunjuk sebagai host Pusat Kolaborasi ASEAN–Tiongkok di bidang Metalurgi dan Sumber Daya Laut. Posisi ini strategis, mengingat Sulsel adalah kawasan industri nikel dan sentra rumput laut nasional.

“Kami harap ada dukungan kebijakan dari pemerintah pusat untuk mempercepat hilirisasi sektor metalurgi dan kelautan. Unhas sangat strategis untuk itu,” ujar Wamen Stella.

Komitmen pemerintah mendorong agar setiap kampus vokasi punya kekhususan sesuai potensi lokal. “Kami mengusung prinsip riset lokal untuk ekonomi lokal. Tapi di Unhas, risetnya akan menopang ekonomi nasional dan bahkan global,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke Unhas, Wamen Stella juga meresmikan Gedung ASEAN-China Centre of Excellence for Metallurgy and Marine Resources. Ia turut menyaksikan penandatanganan beberapa kerja sama penting, di antaranya:

PKS Kelas Hilirisasi Prodi Teknologi Metalurgi Ekstraksi Fakultas Vokasi dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)

PKS Kelas Mahasiswa Berprestasi dan insentif beasiswa tiga prodi (Kimia, Teknik Metalurgi dan Material, serta Sastra Mandarin) dengan PT Huayou International Mining

Lewat sinergi lintas negara, kampus, dan industri ini, Kemdiktisaintek yakin pendidikan vokasi akan tampil sebagai ujung tombak inovasi dan daya saing ekonomi Indonesia ke depan.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terbaru