LUMAJANG – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus diperkuat melalui edukasi sejak dini. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang mengajak 151 siswa MTs Diponegoro Klanting dan MA Khomsani Nur Klanting memahami bahaya narkoba serta cara mencegahnya.
Sosialisasi Bahaya Narkoba tersebut digelar Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB di Aula Pondok Pesantren Khomsani Nur Klanting. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dua narasumber dari BNN Kabupaten Lumajang, yakni Wahyudi dan Devi, memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai berbagai jenis narkoba, risiko penyalahgunaan, hingga dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan sosial.
Materi yang disampaikan tidak hanya membahas dampak narkoba terhadap kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental serta masa depan pelajar. Para siswa juga diajak mengenali pentingnya sikap tegas untuk menolak narkoba dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat.
Kepala MA Khomsani Nur Klanting mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pihak madrasah untuk melindungi para siswa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Tujuan sosialisasi dengan menggandeng BNN ini adalah untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba. Kami ingin anak-anak memahami risikonya sejak dini dan tidak sampai terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman yang diberikan sejak di bangku sekolah diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan.
“Semoga anak-anak bisa memahami bahaya narkoba, mampu menjauhinya, dan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, berprestasi, serta bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber dari BNN Kabupaten Lumajang.
Interaksi tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mengenai berbagai situasi yang berpotensi mendorong penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi semacam ini dinilai penting karena pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Pengetahuan, kesadaran, serta keberanian pelajar untuk mengatakan tidak terhadap narkoba menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Melalui sosialisasi tersebut, BNN Kabupaten Lumajang dan pihak madrasah berharap para siswa dapat menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Sinergi antara BNN dan lembaga pendidikan pun diharapkan terus diperkuat. Dengan edukasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berprestasi, sehat, dan memiliki masa depan yang lebih baik tanpa narkoba.
Penulis : atz
Editor : ameri






