LUMAJANG – Pondok Pesantren (Ponpes) Khomsani Nur Klanting kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik melalui Haflah Imtihan Akhirussanah yang dirangkaikan dengan Wisuda Kitab Alfiyah Ibnu Malik untuk kedua kalinya, Kamis malam (12/2/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan sarat makna. Acara diawali dengan prosesi serah terima sanad Kitab Alfiyah Ibnu Malik sebagai bentuk legalitas dan kesinambungan keilmuan para santri. Prosesi ini menegaskan bahwa pembelajaran yang mereka tempuh memiliki mata rantai keilmuan yang tersambung hingga kepada ulama besar, hujjatul ‘arab, Al-Imam Muhammad Jamaluddin bin Malik Al-Andalusi.
Setelah prosesi sanad, pesantren melaksanakan Wisuda Kitab Alfiyah Ibnu Malik kedua. Tahun ini, sebanyak tiga santri dinyatakan lulus dan berhak menerima pengakuan atas ketuntasan mereka dalam mengkaji kitab gramatika Arab monumental tersebut. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik pesantren, sekaligus bukti konsistensi dalam merawat tradisi keilmuan berbasis sanad.
Haflah Akhirussanah turut dihadiri tokoh masyarakat, warga Desa Klanting, wali santri, jamaah, serta tamu undangan lainnya. Suasana kebersamaan dan rasa syukur terasa kental sepanjang acara.
Perwakilan pengasuh Ponpes Khomsani Nur, Ayoeb, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ini merupakan sejarah bagi Pondok Pesantren Khomsani Nur karena untuk kedua kalinya berhasil menyelenggarakan Wisuda Kitab Alfiyah Ibnu Malik. Semoga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat dan mampu memotivasi santri lainnya untuk menapaki jalan keilmuan yang sama,” ujar Ayoeb.
Haflah Imtihan Akhirussanah sendiri merupakan agenda tahunan yang menandai berakhirnya masa pendidikan santri kelas akhir. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi pembelajaran, tetapi juga wujud rasa syukur atas proses pendidikan yang telah dilalui selama menimba ilmu di pesantren.
Sebelum puncak acara pada malam hari, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan nadzoman Kitab Aqidatul Awam, Imrithi, dan Alfiyah Ibnu Malik seusai salat Ashar. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan shalawat dan doa bersama yang dipimpin para ustadz Ponpes Khomsani Nur yang bertugas di wilayah Tengger.
Melalui Haflah Akhirussanah ini, Ponpes Khomsani Nur kembali menegaskan perannya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki sanad keilmuan yang jelas. Pesantren berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antara pesantren, masyarakat, dan para wali santri.
Penulis : atz
Editor : ameri













