WFH Wajib 1 Hari! Menaker Dorong Perusahaan Hemat Energi

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmikan soal WFH (foto.lazir)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmikan soal WFH (foto.lazir)

JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmi mengeluarkan kebijakan baru yang mendorong penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan.

Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas kerja sekaligus mendukung efisiensi energi nasional.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (1/4/2026), sebagai tindak lanjut arahan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong pola kerja yang lebih adaptif.

Dalam keterangannya, Yassierli mengimbau seluruh pimpinan perusahaan, baik sektor swasta, BUMN, maupun BUMD, untuk mulai menerapkan sistem WFH secara terbatas sesuai kondisi masing-masing perusahaan.

“Para pimpinan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD diimbau menerapkan work from home (WFH) bagi pekerja atau buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan,” ujar Yassierli.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengubah hak-hak pekerja. Perusahaan tetap wajib membayarkan upah secara penuh serta tidak mengurangi jatah cuti tahunan karyawan.

“Jam kerja diatur perusahaan dengan ketentuan upah atau gaji dan hak lainnya tetap dibayarkan sesuai ketentuan. Pelaksanaan WFH tidak mengurangi cuti tahunan,” tegasnya.

Meski bekerja dari rumah, pekerja tetap diminta menjalankan tugas dan tanggung jawab seperti biasa. Sementara itu, perusahaan harus memastikan produktivitas, kinerja, dan kualitas layanan tetap terjaga.

Dalam surat edaran tersebut, pemerintah juga menetapkan sejumlah sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH. Sektor-sektor tersebut antara lain layanan kesehatan seperti rumah sakit dan klinik, sektor energi, infrastruktur, transportasi, industri manufaktur, hingga sektor jasa seperti perhotelan, kuliner, dan logistik yang membutuhkan kehadiran fisik.

Selain kebijakan WFH, pemerintah juga mendorong perusahaan untuk menjalankan program optimasi pemanfaatan energi di tempat kerja.

Langkah ini mencakup penggunaan teknologi hemat energi, penguatan budaya hemat listrik dan bahan bakar, serta pengawasan konsumsi energi secara terukur.

“Kita terus bisa membangun kolaborasi dan sinergi ke depan. Program ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga membangun budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan,” kata Yassierli.

Ia juga mengajak pekerja dan serikat buruh untuk terlibat aktif dalam merancang serta menjalankan program penghematan energi, sekaligus mendorong inovasi dalam menciptakan pola kerja yang lebih efisien.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang WFH dan program optimasi pemanfaatan energi di tempat kerja, yang diharapkan menjadi pedoman bagi dunia usaha dalam menghadapi tantangan efisiensi energi ke depan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB