RENTAK.ID – Adam Malik (1917-1984) merupakan tokoh legendaris dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia memainkan peran penting dalam pembawaan Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok pada 1945.
Pria kelahiran Pematang Siantar ini memiliki karir politik yang memukau hingga menjadi Wakil Presiden Indonesia pada era Presiden Soeharto.
Adam Malik lahir di Pematang Siantar pada 22 Juli 1917, putra dari Abdul Malik Batubara dan Salama Lubis.
Seiring dengan waktu, Malik mulai aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menjadi salah satu pendiri kantor Berita Antara pada tahun 1937.
Keberanian dan tekad untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia memikat banyak hati rakyat dan tentara.
Pada tanggal 16 Agustus 1945, Malik bersama tokoh lainnya membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa ini merupakan titik balik dalam perjuangan kemerdekaan yang akhirnya membuahkan hasil pada tanggal 17 Agustus 1945.
Karir politik Malik semakin cemerlang setelah merdeka. Pada era Presiden Sukarno tahun 1963, ia diangkat menjadi Menteri Perdagangan. Lalu pada tahun 1966 hingga 1978, Malik menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 1978 Malik diminta untuk mendampingi Presiden Soeharto sebagai Wakil Presiden hingga tahun 1983.
Sayangnya, Adam Malik meninggal dunia pada tanggal 5 September 1984 di Bandung akibat penyakit kanker lever yang dideritanya. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan mengenang jasa-jasanya, Malik diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1998.
Adam Malik adalah sosok yang patut dikenang sebagai pahlawan berkat perjuangannya yang meneguhkan kemerdekaan Indonesia. Karir politiknya yang memukau membuktikan bahwa ia bukan hanya tokoh semata, melainkan seorang pejuang yang rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan dan kemakmuran Indonesia.
Kisah Adam Malik ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menghargai jasa para pahlawan dalam perjuangan Indonesia.
Adam Malik, salah satu pendiri kantor berita Antara dan tokoh penting di masa kemerdekaan Indonesia. Dari perannya dalam doorstop gencatan senjata saat fajar kemerdekaan hingga menjadi wakil presiden di era Soeharto, mari pelajari lebih lanjut tentang sosok besar ini. (***)













