YOGYAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani meninjau Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Duta Persada, LPK Putri Kedaton, serta Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Senin (12/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Kementerian P2MI untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja migran, khususnya di sektor hospitality yang selama ini memiliki permintaan tinggi di pasar kerja internasional.
Menurut Christina, sektor hospitality menjadi salah satu sektor dengan kebutuhan tenaga kerja besar, namun belum sepenuhnya dapat dipenuhi melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI).
“Entah karena suplainya, atau mungkin ketidaksesuaian kompetensi dengan kriteria yang dibutuhkan pemberi kerja dan lain-lain,” ujar Christina dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Karena tingginya permintaan dan belum terpenuhinya kebutuhan tersebut, lanjut Christina, Kementerian P2MI perlu turun langsung memastikan potensi lembaga pendidikan dan LPK yang dapat menjadi sumber suplai tenaga kerja migran.
Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pekerja migran ini tidak ditujukan bagi lulusan baru, mengingat banyak negara tujuan mensyaratkan adanya pengalaman kerja. Oleh karena itu, penempatan diarahkan berbasis pada alumni yang telah memiliki kompetensi dan rekam jejak kerja.
Dalam kunjungannya ke dua LPK dan Sekolah Tinggi Pariwisata Ampta, Wamen P2MI turut berdiskusi mengenai rencana sinergi yang diarahkan pada penguatan jejaring antara lembaga pendidikan, LPK, dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
“Ke depan, ekosistem penempatan yang lebih terhubung perlu terus dibangun, mulai dari lembaga pendidikan dan LPK, lembaga sertifikasi hingga P3MI, agar suplai tenaga kerja migran benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” pungkas Christina.
Penulis : amanda az
Editor : ameri













