Wamen Isyana Tinjau Keluarga Berisiko Stunting di Jambi, Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengunjungi salah satu keluarga berisiko stunting di Jambi (dok. rentak.id)

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengunjungi salah satu keluarga berisiko stunting di Jambi (dok. rentak.id)

JAMBI – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya mencegah pernikahan dini sebagai salah satu langkah utama dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi salah satu keluarga berisiko stunting (KRS) penerima manfaat program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kota Jambi, Rabu (20/8/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Isyana mendapati seorang ibu berusia 17 tahun dengan bayi yang baru berumur 30 hari. Menurutnya, kehamilan pada usia terlalu muda sangat berisiko karena kondisi fisik dan mental ibu belum siap.

“Kehamilan di usia terlalu muda sangat berisiko karena ibu belum siap secara fisik maupun mental. Kondisi ini dapat berdampak pada tumbuh kembang bayi dan meningkatkan risiko stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa pernikahan dini masih menjadi persoalan serius di Jambi, di mana banyak ibu hamil masih berusia belasan tahun,” tegas Wamen Isyana.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Isyana didampingi oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. Abdullah Sani, serta Wakil Wali Kota Jambi, Diza Aljoza. Ia menuturkan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terus mendorong edukasi pencegahan stunting melalui berbagai program, termasuk yang menyasar remaja.

Program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), lanjutnya, menjadi wadah untuk membekali generasi muda agar siap membangun keluarga sehat dan bertanggung jawab.

Selain edukasi remaja, Wamen Isyana juga menekankan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) bagi pasangan suami istri. “Program KB membantu mengatur jarak kelahiran anak sehingga risiko stunting dan komplikasi kesehatan pada ibu maupun anak dapat diminimalkan, serta memastikan ibu dan anak lebih sehat,” ujarnya.

Dalam dialog dengan ibu hamil dan ibu baduta di Puskesmas Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Wamen Isyana kembali mengingatkan pentingnya mengikuti program KB setelah melahirkan.

“Ibu setelah lahiran harus ikut program KB. Karena bagaimana pun juga, mengatur jarak kehamilan sangat penting untuk melakukan pencegahan stunting,” pungkasnya.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Keselamatan Kapal Indonesia Meningkat, Hanya 5 Kapal Ditahan Sepanjang 2025
BULOG Bagikan 350 Ribu Paket Sembako di May Day 2026, Bantu Ringankan Beban Buruh
AHY Dorong Percepatan Flyover dan Underpass untuk Atasi Perlintasan Rawan di Bekasi
KSPI Alihkan Aksi May Day 2026 ke Monas Usai Bertemu Presiden Prabowo
ATR/BPN Permudah Pengaduan Masyarakat Lewat Kanal Digital, Ini Cara dan Aksesnya
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, DPR Soroti Dugaan Kegagalan Sistem Keselamatan KAI
Kemnaker Perkuat Kompetensi Mahasiswa Polteknaker Hadapi Transformasi Digital dan Peluang Green Jobs 2026
Barantin Perkuat Laboratorium Karantina Hewan, Jamin Keamanan Pangan Nasional 2026

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keselamatan Kapal Indonesia Meningkat, Hanya 5 Kapal Ditahan Sepanjang 2025

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:19 WIB

BULOG Bagikan 350 Ribu Paket Sembako di May Day 2026, Bantu Ringankan Beban Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 11:34 WIB

AHY Dorong Percepatan Flyover dan Underpass untuk Atasi Perlintasan Rawan di Bekasi

Rabu, 29 April 2026 - 13:56 WIB

KSPI Alihkan Aksi May Day 2026 ke Monas Usai Bertemu Presiden Prabowo

Selasa, 28 April 2026 - 18:53 WIB

ATR/BPN Permudah Pengaduan Masyarakat Lewat Kanal Digital, Ini Cara dan Aksesnya

Berita Terbaru