Wacana Kementerian Haji dan Umrah Dikritik IPO, Dinilai Tidak Produktif

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah (dok. rentak.id)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah (dok. rentak.id)

JAKARTA – Wacana pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menuai kritik tajam dari kalangan pengamat politik. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai langkah tersebut tidak memberikan solusi dan justru memperberat beban kabinet Presiden Prabowo Subianto.

“Obesitas kabinet yang disusun Prabowo sudah seharusnya dievaluasi, bukan malah ditambah dengan mendirikan kementerian baru,” ujar Dedi Kurnia Syah, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, penambahan kementerian hanya akan memperpanjang rantai birokrasi dan menyedot anggaran negara yang seharusnya bisa digunakan untuk program yang lebih produktif.

“Selain birokrasi semakin panjang, juga soal serapan anggaran yang tidak produktif,” tegasnya.

Alih-alih membentuk kementerian baru, Dedi menyarankan agar urusan Haji dan Umrah dipindahkan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan menambahkan unit khusus.

“Cukup dipindah ke BPKH dengan menambahkan satu unit penyelenggara Haji. Dengan kondisi itu sudah cukup, dan fokus penyelenggaraan tetap bisa dijalankan tanpa harus menambah komposisi menteri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya tata kelola haji selama ini. Panjangnya antrean keberangkatan menjadi bukti bahwa pengelolaan belum efektif.

“Selama ini tidak cukup jelas apa yang sudah dilakukan BPKH. Panjangnya antrean pemberangkatan haji sebenarnya menandai buruknya tata kelola haji kita. Jika kementerian didirikan, maka proses birokrasi akan semakin panjang, dan tentu tidak solutif,” ungkap Dedi.

Sebelumnya, DPR dan pemerintah membahas usulan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sebagai upaya meningkatkan pelayanan ibadah haji. Meski sejumlah fraksi menyatakan dukungan, keputusan final masih menunggu pembahasan lanjutan di parlemen.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya
BSU 2026 Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gaji yang Ditetapkan Kemnaker

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB