Unika Atma Jaya Siapkan Rp 44 Miliar Beasiswa Tahun 2025, Prioritaskan Pendampingan Mahasiswa dari 3T hingga Perkotaan

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) saat menjelaskan beasiswa (dok. unika atma jaya)

Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K) saat menjelaskan beasiswa (dok. unika atma jaya)

JAKARTA – Demi menciptakan pendidikan tinggi yang setara dan berkelanjutan, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menggulirkan Program Beasiswa Atma Jaya 2025 dengan total anggaran Rp 44 miliar. Program ini bukan hanya menawarkan bantuan finansial, tetapi juga pendampingan menyeluruh agar mahasiswa dapat berkembang secara akademik, mental, dan sosial.

“Visi kami adalah menjangkau lebih banyak anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, terutama mereka yang punya semangat belajar tinggi namun terbatas secara ekonomi. Melalui beasiswa ini, kami ingin memastikan bahwa siapa pun berhak mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujar Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), Rektor Unika Atma Jaya,  Rabu  (7/5/2025).

Tahun 2025, beasiswa ini menargetkan 500 mahasiswa baru dengan rincian Rp 34 miliar bersumber dari internal kampus dan Rp 10 miliar dari mitra eksternal. Tak hanya bantuan biaya kuliah, program ini juga mencakup pendampingan intensif mulai dari adaptasi kampus, pengembangan minat dan bakat, hingga kesehatan mental.

Langkah ini melanjutkan komitmen kampus dalam mendukung pendidikan nasional. Pada tahun 2024, Unika Atma Jaya telah menyalurkan beasiswa senilai Rp 43 miliar kepada 2.442 mahasiswa—di antaranya Rp 36 miliar untuk 2.053 penerima dari dana internal dan Rp 7 miliar untuk 389 mahasiswa melalui dana eksternal.

Menurut Kepala Kantor Beasiswa Unika Atma Jaya, Fransisca Indah Tri Utami, program ini dirancang secara komprehensif untuk memastikan mahasiswa berkembang sebagai pribadi utuh.

“Pendampingan kami meliputi banyak aspek—bukan hanya akademis, tapi juga keterampilan organisasi, minat, hingga pendampingan psikologis. Kami ingin para penerima beasiswa bisa menyelesaikan studi dengan baik dan menjadi lulusan yang siap pakai,” jelas Fransisca.

Ada empat program utama dalam Beasiswa Unggulan 2025, yaitu Atma Peduli ASAK, Atma Peduli, Atma Peduli Mahakam Ulu, dan Atma Peduli 3T. Program-program ini secara khusus menyasar mahasiswa dari daerah tertinggal seperti Sumba Barat Daya dan Mentawai, namun juga terbuka bagi mahasiswa dari kota besar yang membutuhkan.

Unika Atma Jaya sendiri merupakan perguruan tinggi swasta yang telah berdiri sejak 1 Juni 1960. Saat ini, kampus tersebut memiliki 20 program sarjana, 11 program pascasarjana, dua program doktoral, satu program spesialis, serta enam program profesi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Unika Atma Jaya meraih sejumlah penghargaan internasional, seperti kategori tertinggi dalam Employability versi QS World University Rankings 2024, serta posisi kedua sebagai PTS terbaik di bidang Interdisciplinary Science Research menurut Times Higher Education.

Dengan tiga lokasi kampus—Semanggi (utama), Pluit (pusat kesehatan dan kedokteran), dan BSD (pusat inovasi dan teknologi)—Unika Atma Jaya terus menunjukkan dedikasinya terhadap pendidikan yang merata dan berkualitas di Indonesia.

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru