UKBI Adaptif: Uji Kemahiran Bahasa Indonesia yang Wajib untuk Mahasiswa dan Pekerja

- Penulis

Rabu, 26 Maret 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif  bagi jurnaliw. (dok. rentak.id)

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi jurnaliw. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus menguatkan kedaulatan Bahasa Indonesia melalui berbagai program prioritas.

Salah satu upaya utama adalah penyelenggaraan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, sebuah sistem pengujian berbasis daring yang mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan.

UKBI Adaptif dapat diakses melalui laman ukbi.kemendikdasmen.go.id, sehingga peserta dari berbagai lokasi dapat mengikuti ujian dengan lebih mudah.

Hingga kini, jumlah peserta UKBI telah mencapai satu juta orang, termasuk 534 warga negara asing dari 68 negara.

“Tentu kami sangat bangga, karena ini menunjukkan bahwa UKBI telah menjadi indikator penting dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia, baik di tingkat satuan pendidikan, perguruan tinggi, maupun instansi lainnya,” ujar Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam acara Pelaksanaan UKBI Adaptif bersama Rekan Media di Aula Sasadu, Kompleks Badan Bahasa, Jakarta, pada Senin (24/3/2025).

UKBI Jadi Syarat Beasiswa dan Kelulusan Mahasiswa

Hafidz menambahkan bahwa Sertifikat UKBI kini telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Misalnya, sebagai syarat pendaftaran Beasiswa Unggulan dan untuk mendukung program literasi di Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK).

Selain itu, 60 perguruan tinggi di Indonesia telah menjadikan UKBI Adaptif sebagai persyaratan kelulusan mahasiswa.

Di sektor ketenagakerjaan, UKBI Adaptif juga diterapkan sebagai syarat jabatan tertentu, seperti Widyabasa dan Penerjemah di beberapa lembaga pemerintahan.

Tersebar di 38 Provinsi, Jawa Timur Tertinggi

Saat ini, UKBI Adaptif telah diterapkan di 38 provinsi dan 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peserta tertinggi, yaitu 151.249 orang. Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Sidoarjo mencatatkan 19.649 peserta, sedangkan Kota Jakarta Selatan mencapai 25.898 peserta.

“UKBI adalah salah satu cara menjaga kedaulatan Bahasa Indonesia. Kami berharap jumlah pesertanya terus meningkat, terutama di lingkungan pendidikan,” pungkas Hafidz.

Mahasiswa Asing Antusias Ikut UKBI

Menariknya, UKBI Adaptif juga diminati oleh pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Salah satunya adalah Noha Gharib Ahmed dari Mesir. Ia menilai UKBI sebagai bukti kemahiran bagi mahasiswa asing yang ingin belajar di Indonesia.

“UKBI sangat penting bagi mahasiswa asing. Ini menjadi bukti bahwa mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dan layak kuliah di sini. Tidak cukup hanya TOEFL, karena nantinya mereka juga akan menjadi duta Indonesia di negara asal,” ujar Noha.

Hal senada disampaikan oleh Maram Alarnab dari Suriah. Ia bahkan mendorong rekan-rekan penutur asing lainnya untuk mengikuti UKBI.

“Saya merekomendasikan teman-teman dari negara saya untuk ikut UKBI. Sertifikatnya bisa digunakan untuk mencari pekerjaan juga,” katanya.

Tingkatan Skor UKBI

UKBI Adaptif terdiri atas lima seksi ujian, yaitu mendengarkan, merespons kaidah, membaca, menulis, dan berbicara. Hasilnya dikategorikan dalam tujuh peringkat:

Istimewa (725–800)

Sangat Unggul (641–724)

Unggul (578–640)

Madya (482–577)

Semenjana (405–481)

Marginal (326–404)

Terbatas (251–325)

Dengan semakin luasnya penerapan UKBI, ujian ini diharapkan dapat terus meningkatkan penggunaan dan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. ***

 

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru