Transformasi Peperangan Modern: Kasal Dorong Diskusi Strategis Teknologi Otonom untuk Pertahanan Maritim

- Penulis

Rabu, 25 September 2024 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – TNI Angkatan Laut (AL) terus memperkuat komitmennya terhadap perkembangan teknologi otonom dengan membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair.

Acara yang digelar di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu (25/9/2024) ini dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Tujuan utama dari FGD ini adalah memperluas pemahaman peserta mengenai dampak teknologi otonom terhadap peperangan, serta bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Acara tersebut berlangsung dalam format tatap muka dan video conference (vicon), diikuti oleh berbagai pejabat penting dari TNI AL, perwakilan perguruan tinggi, serta 143 peserta dari seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Kasal menyoroti bagaimana kemajuan teknologi, khususnya dalam bentuk Autonomous Warfare, telah mengubah wajah peperangan modern.

“Teknologi seperti kapal dan pesawat tanpa awak, serta kecerdasan buatan (AI), mampu meningkatkan kecepatan respons terhadap ancaman, memperbaiki efisiensi operasional, sekaligus mengurangi risiko bagi personel militer,” ujar Kasal.

Meski membawa banyak manfaat, Kasal juga menegaskan bahwa penerapan Autonomous Warfare menimbulkan sejumlah tantangan, termasuk dalam aspek sosial, hukum, politik, dan strategi militer.

Diskusi mendalam mengenai tantangan-tantangan ini diharapkan menghasilkan solusi yang dapat memanfaatkan teknologi otonom untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia di masa depan.

Acara ini dimoderatori oleh Brigita Manohara, presenter TV One, dan menghadirkan sejumlah narasumber ahli. Sesi pertama menghadirkan Asisten Khusus Menteri Pertahanan Laksdya TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf yang membahas “Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair”, serta Ir. Ridwan Prasetyarto dengan topik “AI dan Sistem Multi-Agen dalam Perang Maritim Otonom”.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Wakil Kepala BRIN Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian yang mengupas “Senjata Cerdas untuk Perang Laut” dan Kababinkum Laksda TNI Kresno Buntoro yang membahas perspektif hukum internasional terkait Maritime Autonomous/Unmanned Vessel (MAV).

Melalui diskusi ini, diharapkan Indonesia dapat mengantisipasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi otonom demi pertahanan maritim yang lebih kuat dan efisien.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru