TNI AL Gagalkan Aksi Ilegal Fishing di Perairan Nias: Dua Kapal Bom Ikan Diamankan, 17 ABK Ditangkap

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Lanal Nias, Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah, S.E., M.Tr. Hanla, M.M., CHRMP., dalam konferensi pers di Mako Lanal Nias. (Dok. Dispenal)

Komandan Lanal Nias, Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah, S.E., M.Tr. Hanla, M.M., CHRMP., dalam konferensi pers di Mako Lanal Nias. (Dok. Dispenal)

NIAS – TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan keseriusannya dalam menegakkan hukum laut dan menjaga kedaulatan maritim. Dalam operasi beruntun pada Kamis (15/5025) dan Jumat (16/5/2025), Tim Fleet One Quick Response (F1QR) dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias berhasil menggagalkan aksi penangkapan ikan menggunakan bom oleh dua kapal motor, masing-masing KM. Yanti 08 dan KM. Cahaya Mulia Bahari.

“Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebut adanya aktivitas pengeboman ikan di wilayah perairan Pulau Sambulaling dan Pulau Ular Pini,” ungkap Komandan Lanal Nias, Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah, S.E., M.Tr. Hanla, M.M., CHRMP., dalam konferensi pers di Mako Lanal Nias, Selasa (20/5/2025).

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim F1QR Lanal Nias segera bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan dua kapal pelaku Ilegal Fishing pada waktu berbeda.

Kapal Pertama: KM. Yanti 08
Pada Kamis (15/5), tim F1QR menangkap KM. Yanti 08 GT 16 di sekitar perairan Pulau Pini. Kapal tersebut membawa sembilan anak buah kapal (ABK) yang telah melakukan pengeboman ikan sekitar 10 kali. Dari hasil penggeledahan, tim menemukan barang bukti berupa:

12 botol bir besar, 2 botol Aqua besar, 3 botol Aqua kecil, dan 2 botol pencuci piring berisi bahan peledak siap pakai.

Sekitar 50 botol lain yang masih dalam proses perakitan.

1 unit kompresor, 3 selang panjang 100 meter, dan 3 dakor (morpis).

4 kacamata selam.

Ikan hasil bom dengan berat diperkirakan mencapai 1 ton.

Kapal Kedua: KM. Cahaya Mulia Bahari
Keesokan harinya, Jumat (16/5), tim kembali mengamankan KM. Cahaya Mulia Bahari GT 16 beserta 8 ABK di perairan Siberut. Mereka kedapatan telah melakukan pengeboman ikan sebanyak tiga kali.

Barang bukti yang disita antara lain:

17 botol bir besar, 2 botol Aqua besar, dan 6 botol Aqua kecil berisi bahan peledak siap pakai.

Sekitar 30 botol besar berisi bubuk potasium yang diduga akan dirakit menjadi bom.

1 kompresor, 3 selang 100 meter, 4 dakor (morpis), dan 5 kacamata selam.

Sekitar 1 ton ikan hasil bom.

Seluruh ABK dari kedua kapal tersebut kini menjalani proses hukum dan terancam dijerat Pasal 84 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp1,2 miliar.

“TNI AL akan terus memperketat patroli dan penegakan hukum di wilayah laut Indonesia. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mencegah kejahatan di laut, khususnya Ilegal Fishing,” tegas Kolonel Wishnu.

Ia juga menambahkan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam menciptakan wilayah laut yang aman dan bebas dari praktik perusakan ekosistem laut.

TNI AL mengimbau seluruh nelayan untuk tidak menggunakan metode merusak dalam menangkap ikan, demi menjaga kelestarian sumber daya laut bagi generasi mendatang.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

780 Kg Sisik Trenggiling Diselundupkan, TNI AL Ciduk Kapal Vietnam di Banten
KRI Canopus-936 Tiba di Nigeria, Kapal Riset TNI AL Perkuat Jejak Diplomasi Maritim Global
Timur Tengah Memanas: Pasukan AS Mendarat, Iran Siap Perang Besar
KRI Bima Suci Kembali Berlayar, Misi Diplomasi dan Promosi UMKM Menembus Dunia
Dari Atlantik ke Nusantara, KRI Prabu Siliwangi-321 Akhiri Misi dengan Parade Laut di Selat Sunda
KRI Canopus-936 Resmi Perkuat Armada, TNI AL Tambah Daya Deteksi dan Pemetaan Laut
TNI AL Tangkap Tug Boat Angkut 35 Ton Solar Ilegal di Perairan Tanjung Piayu
120 Prajurit TNI AL Kembali dari Misi Perdamaian PBB di Lebanon, KRI SIM-367 Tuai Pengakuan Dunia

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 07:23 WIB

780 Kg Sisik Trenggiling Diselundupkan, TNI AL Ciduk Kapal Vietnam di Banten

Kamis, 2 April 2026 - 11:57 WIB

KRI Canopus-936 Tiba di Nigeria, Kapal Riset TNI AL Perkuat Jejak Diplomasi Maritim Global

Rabu, 1 April 2026 - 05:34 WIB

Timur Tengah Memanas: Pasukan AS Mendarat, Iran Siap Perang Besar

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:42 WIB

KRI Bima Suci Kembali Berlayar, Misi Diplomasi dan Promosi UMKM Menembus Dunia

Senin, 23 Maret 2026 - 10:44 WIB

Dari Atlantik ke Nusantara, KRI Prabu Siliwangi-321 Akhiri Misi dengan Parade Laut di Selat Sunda

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB