JAKARTA – Komitmen Indonesia dan Rusia dalam memperkuat kerja sama pertahanan kembali ditunjukkan melalui keberhasilan pelaksanaan Exercise Orruda 2026. Latihan gabungan yang digelar di perairan Vladivostok, Rusia, pada 29–30 Juli 2026 itu menjadi momentum penting untuk meningkatkan interoperabilitas sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua angkatan laut.
Pada fase laut (sea phase), TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, sementara Russian Navy menurunkan kapal perang Soversenny-333. Kedua unsur tempur tersebut juga mendapat dukungan udara dari Helikopter Panther HS-1310 milik TNI AL dan Helikopter Kamov KA-28 milik Russian Navy.
Rangkaian latihan dimulai pada Selasa (29/7/2026) dengan kegiatan Leaving Harbour, sebelum kedua kapal melaksanakan Join Maneuver Exercise untuk mengasah kemampuan bermanuver dan menjaga formasi di laut. Setelah itu, prajurit dari kedua negara mengikuti Boarding Exercise atau Visit Board Search and Seizure (VBSS) guna meningkatkan kemampuan pemeriksaan dan penguasaan kapal dalam berbagai skenario operasi maritim.
Tidak hanya itu, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 juga melaksanakan Gunnery Exercise dengan menembakkan meriam kaliber 76 mm. Latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi Counter Action Against UAV Exercise atau penanggulangan ancaman pesawat tanpa awak, latihan Search and Rescue (SAR), serta skenario pertahanan udara.
“Pelaksanaan berbagai materi latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan operasional, kemampuan interoperabilitas, serta memperkuat koordinasi antara TNI AL dan Russian Navy dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim,” demikian keterangan resmi terkait pelaksanaan latihan tersebut.
Memasuki hari kedua, Rabu (30/7/2026), seluruh rangkaian Exercise Orruda 2026 ditutup dengan Farewell Formation, yakni manuver penutup yang menjadi simbol persahabatan dan hubungan profesional yang semakin erat antara TNI AL dan Russian Navy.
Keberhasilan latihan bersama ini menjadi bukti semakin kuatnya hubungan kerja sama pertahanan Indonesia dan Rusia, khususnya di sektor keamanan maritim. Selain meningkatkan kemampuan taktis dan operasional kedua angkatan laut, Exercise Orruda 2026 juga menjadi sarana diplomasi pertahanan melalui interaksi langsung antarprajurit, pertukaran pengalaman, serta penguatan rasa saling percaya dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di kawasan maupun tingkat global.
“Exercise Orruda 2026 diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan kerja sama pertahanan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Rusia, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim,” tutup keterangan tersebut.
Penulis : lazir
Editor : ameri






