Asap Pekat Terlihat dari Pos TNI AL, 4 Hektare Kebun Sawit di Jambi Terbakar

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit TNI AL saat padamkan api yang berkobar (dok. dispenal)

Prajurit TNI AL saat padamkan api yang berkobar (dok. dispenal)

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Jambi. Kali ini, kobaran api melanda perkebunan sawit milik warga di Desa Rawasari, Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Selasa (25/8/2026).

Asap pekat yang terlihat dari arah barat daya Pos TNI AL menjadi tanda awal kebakaran tersebut. Personel Babinpotmar Pos Simpang Tua Lanal Palembang yang sedang melakukan pemantauan langsung merespons temuan itu dan bergerak menuju lokasi.

Kepulan asap mulai terlihat sekitar pukul 16.30 WIB. Personel Babinpotmar kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat sebelum meluncur ke titik kebakaran.

Sekitar pukul 17.20 WIB, prajurit TNI AL tiba di lokasi dan langsung bergabung dengan tim penanggulangan karhutla daerah, personel Polsek, serta masyarakat. Mereka bahu-membahu memadamkan api yang membakar lahan perkebunan sawit seluas kurang lebih 4 hektare.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan fokus pada isolasi titik api. Langkah tersebut ditempuh untuk mencegah kobaran api meluas dan merembet ke lahan maupun permukiman di sekitarnya.

“Begitu melihat kepulan asap, personel langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan bergerak menuju lokasi untuk memastikan api segera ditangani,” ujar salah satu personel di lapangan.

Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sementara itu, nilai kerugian material dan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Keterlibatan prajurit TNI AL dalam penanganan karhutla ini menjadi bagian dari upaya respons cepat terhadap kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Aksi tersebut sekaligus merupakan implementasi arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar keberadaan prajurit TNI AL di wilayah pesisir senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami akan terus bersinergi dengan instansi terkait dan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan, termasuk penanggulangan karhutla,” tegasnya.

TNI AL menegaskan kesiapsiagaan personelnya untuk membantu masyarakat serta bersinergi dengan unsur pemerintah daerah, kepolisian dan elemen lainnya dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tugas.

Dengan respons cepat sejak kepulan asap terpantau, prajurit TNI AL bersama tim gabungan berupaya memastikan kebakaran tidak meluas dan dapat segera dikendalikan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Emas Rp5,39 Miliar Disembunyikan dalam Perut, Dua Penumpang India Diciduk di Bandara Juanda
KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
KM Virgo Transport 8: Lima Jenazah Kembali Ditemukan di Hari ke-16 Pencarian
Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Evakuasi Empat Jenazah
Penyelam TNI AL Evakuasi 14 Jenazah dari Buritan KM Virgo Transport 8
ITS Giuseppe Garibaldi Resmi Tiba di Indonesia, Tempuh 6.870 Mil Laut dari Italia
KASAL Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan
Speed Boat Kabur, TNI AL Temukan 240 Cartridge Vape Diduga Narkotika di Perairan Kepri

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WIB

Emas Rp5,39 Miliar Disembunyikan dalam Perut, Dua Penumpang India Diciduk di Bandara Juanda

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:36 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

Selasa, 29 September 2026 - 05:20 WIB

KM Virgo Transport 8: Lima Jenazah Kembali Ditemukan di Hari ke-16 Pencarian

Minggu, 27 September 2026 - 11:33 WIB

Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, TNI AL Evakuasi Empat Jenazah

Jumat, 25 September 2026 - 09:00 WIB

Penyelam TNI AL Evakuasi 14 Jenazah dari Buritan KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru