Sutradara Tarmizi Abka Soroti Lemahnya Pengawasan Sekolah Usai Anaknya Jadi Korban Perundungan

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Sutradara film Sayap Garuda, Tarmizi Abka, menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Ironisnya, di saat ia aktif mengampanyekan gerakan Stop Bullying, anaknya yang masih bersekolah di tingkat dasar justru menjadi korban kekerasan.

“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul melihat foto anak saya dengan jidat terluka akibat dilempar alat tulis. Padahal, pada saat yang sama saya sedang berjuang menyuarakan kampanye stop bullying di sekolah,” ujar Tarmizi.

Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap praktik kekerasan dan perundungan di sekolah masih sangat lemah. Kondisi itu membuka celah terjadinya tindak kekerasan antarsiswa yang hingga kini masih kerap terjadi.

Tarmizi berharap pemerintah dapat lebih serius dan konsisten menjalankan kampanye nasional anti-bullying. Ia menilai kesehatan mental anak terbentuk sejak dini, salah satunya melalui lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Sekolah yang selama ini dianggap sebagai tempat aman, ternyata masih menyimpan potensi kekerasan dan kenakalan antarsiswa,” katanya.

Ia juga menyoroti kecenderungan pembelaan terhadap pelaku, baik dari orang tua maupun pihak sekolah. Alasan seperti “tidak sengaja” atau penyelesaian melalui permintaan maaf kerap dijadikan jalan damai, meski korban tetap menanggung luka, baik secara fisik maupun psikologis.

Bahkan, tak jarang orang tua pelaku terus membela anaknya dan mengecilkan dampak kejadian tersebut. “Kalau situasinya terus seperti ini, siapa sebenarnya yang menjadi korban?” tegasnya.

Sebagai orang tua, Tarmizi menekankan bahwa harapan semua pihak sederhana, yakni anak-anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan tenang.

Oleh karena itu, ia mendorong kepala sekolah dan guru untuk bersikap tegas terhadap setiap bentuk kekerasan, tanpa kompromi, melalui teguran dan sanksi yang jelas agar kejadian serupa tidak kembali terulang. ***

Berita Terkait

Bioskop Trans TV Hari Ini 19 April 2026: Film “Survive the Night” Tayang Pukul 21.15 WIB
Aksi Seru Jackie Chan di Bleeding Steel Tayang Malam Ini, Penuh Ledakan dan Misteri!
Logan Lucky di Bioskop Trans TV Hari Ini: Perampokan Gila-Gilaan Penuh Tawa dari Duo Saudara ‘Sial’
Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang
Tamara Bleszynski Berdamai dengan Putranya, Teuku Rassya
Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan
Sandec Music Publisher Diresmikan, Bidik Pemberdayaan Musisi dan Pencipta Lagu
Royalti Dangdut Melorot, DPR Desak LMKN Buka “Kotak Hitam” Pengelolaan Dana

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 10:47 WIB

Bioskop Trans TV Hari Ini 19 April 2026: Film “Survive the Night” Tayang Pukul 21.15 WIB

Sabtu, 18 April 2026 - 14:01 WIB

Aksi Seru Jackie Chan di Bleeding Steel Tayang Malam Ini, Penuh Ledakan dan Misteri!

Jumat, 17 April 2026 - 06:41 WIB

Logan Lucky di Bioskop Trans TV Hari Ini: Perampokan Gila-Gilaan Penuh Tawa dari Duo Saudara ‘Sial’

Rabu, 15 April 2026 - 19:33 WIB

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 April 2026 - 19:28 WIB

Tamara Bleszynski Berdamai dengan Putranya, Teuku Rassya

Berita Terbaru