Strategi Inovatif Kementan: Budidaya Padi Gogo di Mojokerto untuk Kemandirian Pangan

- Penulis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Untuk mewujudkan visi swasembada pangan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan), bersama Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, telah secara resmi melakukan penanaman perdana sistem integrasi padi gogo di lahan perhutanan sosial Kelompok Tani Hutan (KTH) Alas, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada hari Jumat, 10 Januari 2025.

Langkah ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengakselerasi pencapaian ketahanan pangan nasional.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto menyampaikan bahwa Kabupaten Mojokerto memiliki potensi lahan yang besar. Selain itu, budaya masyarakatnya juga sudah terbiasa menanam padi gogo.

“Wilayah ini sangat strategis untuk pengembangan pangan. Dari total 114 hektare lahan KPH Alas yang tersedia, sebagian besar sudah siap untuk penanaman padi gogo,” ungkapnya.

Lebih lanjut Heru menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Bun) turut berupaya mendukung program swasembada pangan nasional dengan melakukan penanaman padi gogo di lahan perkebunan, seperti pada kebun kelapa sawit, di sela tanaman kopi, dan lainnya. Hal ini sebagai bentuk komitmen sektor perkebunan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Dengan dilaksanakannya program penanaman padi gogo tersebut, Heru berharap dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur. Selain itu, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani.

“Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid diharapkan masyarakat semakin siap dan terampil dalam mengelola potensi pertanian di daerahnya. Dengan demikian, ketahanan pangan yang berkelanjutan dapat terwujud dan terjaga,” katanya.

Ketua KTH Alas, Slamet juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian. Ia juga mengungkapkan dukungan penuh masyarakat terhadap program pencapaian swasembada pangan.(***)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru