Episode Dua
SEJAK suaminya, Mas Jaka, wafat mendadak karena racun teh manis dan konspirasi bank, Mpok Hindun berubah. Dulu cuma janda enerjik biasa, sekarang jadi janda operasional tingkat tinggi.
Inspirasi utamanya? Film Mission Impossible. Ya, betul. Tom Cruise boleh loncat dari gedung 80 lantai, tapi Mpok Hindun udah loncat dari gosip ke investigasi cuma bermodal daster dan sandal swallow.
Warga pun menjulukinya: MISI MPOK SEBELtul. Tom Cruise boleh loncat dari gedung 80 lantai, tapi Mpok Hindun udah loncat dari gosip ke investigasi cuma bermodal daster dan sandal swallow.
(Masyarakat Intai dan Sikat Kejahatan, Bila Emak-emak Sebel)
Nama aslinya Rossa Yuliani Shafira Aprillia, tapi minta dipanggil Bu Rossa biar gak ribet (padahal akun TikTok-nya @rossaswag88).
Baru seminggu pindah ke Cibubur, Bu Rossa udah jadi pusat perhatian grup WA “Ibu-Ibu RW 03 Bergerak Tanpa Ribet”.
Dandanannya nyaris gak pernah santai:
Rambut smoothing licin kayak permukaan meja marmer
Kuku stiletto warna neon kayak traffic cone
Parfum nyengat, percampuran antara body lotion Korea, bensin premium, dan niat berlebihan
“Suami saya sih di proyek luar negeri. Qatar. Lagi ngebangun bandara. Bolak-balik. Capek sih, tapi ya beginilah istri internasional.”
Begitu katanya, sambil melirik jam tangan segede kepala bayi yang — menurut Mpok Hindun — “kelihatan kayak dapat bonus beli kasur.”
Acara arisan perdana pun digelar di rumah Bu RW. Tapi suasananya kayak launching produk kosmetik MLM, bukan kumpul setor duit.
Bu Rossa datang paling heboh:
Tas Loui Viton (ya, ejaannya memang “Loui”, huruf ‘s’ dan harga asli absen)
Sepatu hak tinggi cetar membahana (untuk acara lesehan)
Print-out Excel warna pink stabilo dengan font Comic Sans (astaga…)
“Tenang ya buibu. Ini arisan anti tipu-tipu. Saya alumni manajemen UI,” ujarnya sambil lempar senyum gaya sinetron jam 6 sore.
Bu Yati langsung terpesona. Bu Marni tepuk tangan pelan kayak nonton orkestra.
Tapi Mpok Hindun? Dia duduk di sudut, nyeruput teh sambil nyentil kacang atom ke langit-langit. Tatapan tajam kayak detektif senior yang lagi ngetes pelaku pakai sabun colek.
“UI apaan? Jangan-jangan… Universitas Ilmu Ilusi,” gumamnya, sambil merhatiin motif tas Bu Rossa yang ternyata ada typo kecil di emblem logonya.
Dalam diam, Mpok Hindun langsung nyatet pakai notes kecil yang diselipin di balik sarung bantal:
Nama: Bu Rossa (ciri: banyak ngomong, dikit data)
Suami proyek luar negeri (status: belum pernah terlihat, dugaan fiktif)
Excel pink (indikasi: over desain, under struktur)
Parfum tajam (kemungkinan buat nutupin niat licik)
Dan yang paling bikin Mpok Hindun geregetan:
Namanya ditulis “Bu Hindaun” di daftar peserta.
“Lah ini… nama gue diapain sih? Hindaun? Ini arisan atau sensus KW?”
Saat ibu-ibu lain sibuk nanya,
“Bu, hadiahnya beneran kulkas ya? Bukan miniatur kulkas kan?”
“Bu Rossa, uangnya ditransfer ke siapa?”
Mpok Hindun tampil beda. Dia tanya langsung:
“Ini sistemnya pakai rekening escrow atau langsung cash and carry? Ada bukti notulen atau cuma pakai niat tulus doang?”
Bu Rossa kaget setengah mati, tapi tetap pasang senyum jual mahal.
“Ibu jangan khawatir… semua akan mengalir sesuai semesta. Pokoknya, trust the universe.”
Mpok Hindun nyaris nyembur tehnya.
“SEMESTA? Lah ini arisan apa yoga spiritual?”
Mpok Hindun pulang sambil nyeker karena sendalnya kejepret sama heels Bu Rossa. Tapi langkahnya mantap. Malam itu juga, dia buka laptop, aktifkan mode gelap, dan mulai googling:
“Bu Rossa proyek Qatar hoax arisan palsu + Cibubur.”
Karena buat Mpok Hindun, jika ada arisan yang meresahkan warga, maka misi akan segera dijalankan.
Nyambung lagi ye ke epidose berikutnya…
Nyambung lagi ye ke epidose berikutnya…
Penulis : regardo sipiroko













