Sekolah Bangkit Pascabencana, Ribuan Siswa Sumatra Kembali Belajar

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jamjam Muzaki, perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen (foto. lazir)

Jamjam Muzaki, perwakilan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen (foto. lazir)

JAKARTA  – Ruang-ruang kelas yang sempat terendam lumpur kini mulai kembali diisi suara belajar. Di tengah proses pemulihan pascabencana di Sumatra, pemerintah berupaya memastikan pendidikan tetap berjalan bagi ribuan siswa terdampak.

Jamjam Muzaki dari Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat saat ini telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan layanan pendidikan.

Menurutnya, tahap transisi ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan aktivitas belajar secara bertahap sekaligus memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak.

Jamjam menjelaskan, dampak bencana terhadap sektor pendidikan terjadi dalam tiga aspek utama. Pertama, kerusakan sarana dan prasarana sekolah akibat banjir, longsor, dan material yang terbawa arus. Kerusakan mencakup ruang kelas, perabot, buku pelajaran, hingga perangkat pembelajaran.

Kedua, terputusnya akses menuju sekolah akibat rusaknya jembatan dan jalan. Kondisi ini membuat siswa dan guru kesulitan menjangkau lokasi belajar.

“Di beberapa daerah, guru harus menyeberangi sungai menggunakan sling karena jalur transportasi belum pulih,” ujarnya dalam Dialog Media,  Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026).

Ketiga, dampak sosial terhadap warga sekolah. Banyak guru dan siswa terdampak langsung, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga harus mengungsi, yang turut mengganggu kelangsungan pendidikan.

Untuk menjaga pembelajaran tetap berlangsung, pemerintah menyediakan kelas sementara dengan memanfaatkan fasilitas publik maupun ruang darurat. Ratusan tenda pendidikan telah disalurkan dan puluhan ruang kelas semi permanen dibangun sebagai solusi sementara.

Selain ruang belajar, bantuan juga diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah, buku pelajaran, serta dukungan finansial bagi guru terdampak.

Upaya pemulihan sarana pendidikan dilakukan melalui program revitalisasi sekolah yang melibatkan ribuan satuan pendidikan. Perbaikan kerusakan ringan dan sedang ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Proses pemulihan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Bappenas dengan mempertimbangkan zona rawan bencana dalam pembangunan kembali sekolah.

Di sisi lain, dukungan psikososial juga menjadi bagian penting pemulihan. Pemerintah bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia untuk membantu siswa dan guru mengatasi trauma pascabencana.

Jamjam menegaskan, pemulihan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan pembelajaran dan kesiapan mental peserta didik.

“Prioritas kami adalah memastikan anak-anak tetap belajar dan tidak tertinggal akibat bencana,” katanya.

Ke depan, penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana akan terus dilakukan agar sekolah lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Berita Terbaru