JAKARTA – Keluarga besar Makam Ki Saat menggelar acara Ziarah Kubur Bersama di Makam Keluarga (Kober Ki Saat), yang terletak di Jalan Malaka, Komplek Kalibata Indah, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Acara ini menjadi tradisi tahunan yang menyatukan keluarga besar untuk mengenang leluhur mereka.

Saat diwawancarai, Irwan bin Khaidir, salah satu anggota keluarga, menjelaskan bahwa acara ini rutin dilakukan setiap tahun oleh keluarga mereka. “Kami berkumpul untuk membersihkan makam, berdoa bersama, mendengarkan tausiyah dari para alim ulama, dan ditutup dengan makan nasi kebuli bersama. Ini sudah menjadi kebiasaan kami keluarga besar Makam Ki Saat,” ujar Irwan, Selasa (25/2/2025).

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa makam ini sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, bahkan sebelum tahun 1945. “Makam ini khusus untuk keluarga keturunan Ki Saat. Tanpa silsilah keluarga, tidak ada yang bisa dimakamkan di sini, karena bukan tanah milik pemerintah,” tambahnya.
Irwan, yang akrab disapa Bang Iwak, juga menegaskan pentingnya menjaga warisan ini. “Kami ingin generasi muda tahu bahwa tanah keluarga kami ini tidak pernah dijual kepada siapa pun, baik pemerintah maupun pihak swasta. Kalau ada yang mengklaim tanah ini, itu jelas penyerobotan,” tegasnya.

Bang Iwak menambahkan bahwa tanah ini memiliki surat yang jelas dan sudah disimpan dengan baik. “Kami memiliki bukti sah atas kepemilikan tanah ini. Tanah ini adalah warisan dari buyut kami, dan kami sepakat untuk tidak menjualnya. Kami juga tidak pernah ada perjanjian apapun mengenai pemindahan makam ini. Ini adalah wasiat orang tua kami yang harus dijaga,” ujar Bang Iwak.
Acara ini dihadiri oleh banyak tamu penting, termasuk ahli waris, tokoh agama, habib, keluarga dari TNI, dan tokoh masyarakat setempat. Wawan, sebagai MC acara, mengungkapkan rasa syukurnya atas lancarnya acara yang juga dihadiri oleh Habib Al-Habib Muksin bin Salim bin Ahmad Al-Haddad, KH. Muhammad Nursasi LC, serta tokoh-tokoh lainnya. “Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan mendapat berkah dari kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat,” ujar Wawan.

Dalam penutupan acara, Bang Iwak menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun. “Ini adalah warisan budaya Betawi yang harus dilestarikan. Saya berharap keluarga Ki Saat tetap kompak, dan kepada pemerintah DKI, agar memperhatikan bahwa tanah ini adalah milik kami yang tidak pernah berpindah tangan,” tutup Bang Iwak dengan tegas.
Dengan berakhirnya acara, semoga tradisi ziarah bersama ini terus menjaga ikatan kekeluargaan dan menjadi bagian dari warisan budaya Betawi yang terus dilestarikan. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri













