Riset, Inovasi dan Pertumbuhan Ekonomi, Anis Byarwati: Merevolusi Indonesia Menuju Negara Maju

- Penulis

Jumat, 31 Mei 2024 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Indonesia jadi negara maju. (foto: paxibay)

Ilustrasi Indonesia jadi negara maju. (foto: paxibay)

RENTAK.ID – Anggota Komisi XI DPR Dewan, Anis Byarwati, memperingatkan bahwa menjadi negara maju tidaklah mudah bagi Indonesia.

“Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi 6-7% pertahun untuk mencapai target menjadi negara maju dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), kata Anis dalam keterangannya, Jumat 31 Mei 2024.

Namun, lanjut Anis, tren pertumbuhan ekonomi selama dua periode pemerintahan saat ini tidak mampu mencapai target tersebut, hanya mencapai rata-rata 5%.

Anis Byarwati menjelaskan bahwa produktivitas di Indonesia sangat rendah, yang tercermin dari Total Factor Productivity (TFP) Indonesia selama kurun waktu 2005-2019, tumbuh negatif sebesar -0.66.

“Hal ini relatif tertinggal dibandingkan dengan Korea Selatan yang berhasil mencapai TFP 1,61 ketika sedang menuju menjadi negara maju pada tahun 1971-1995, atau Tiongkok yang mencapai 1,60 selama kurun waktu 2005-2019 ” katanya.

Menurut Anis, produktivitas yang rendah di Indonesia disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, lemahnya sektor ekonomi, kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kurangnya kemampuan inovasi.

Salah satu solusi yang diusulkan oleh Anis adalah meningkatkan belanja penelitian dan inovasi.

“Saat ini, belanja anggaran riset dan teknologi di Indonesia hanya mencapai 0,28% dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh tertinggal dibandingkan dengan Korea Selatan (4,81%) dan Malaysia (1,04%),” urainya.

Indonesia juga perlu memperkuat ekosistem riset dan kerjasama riset secara domestik dan internasional. Belanja anggaran riset yang kuat, penguatan ekosistem riset, inovasi, dan teknologi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah SDM dalam hal jumlah dan kualitas peneliti. Jumlah peneliti riset dan inovasi di Indonesia per satu juta penduduk hanya mencapai 388, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Singapura (7.287), Thailand (1.790), dan Korea Selatan (8.408).

“Selain itu, hasil riset yang dihasilkan di Indonesia masih menghadapi kendala aplikasi karena kurangnya kerjasama riset domestik dan internasional,” sebutnya.

Hal ini terbukti dari jumlah paten yang diajukan Indonesia yang hanya mencapai 1.445, yang masih tertinggal dibandingkan dengan Malaysia (1.863) dan Singapura (9.766).

Dalam rangka mencapai Indonesia Emas 2045, Anis Byarwati menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi tinggi, serta penguatan penelitian, inovasi, dan teknologi.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru