RI-Yordania Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan, MoU Disaksikan Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II

- Penulis

Selasa, 15 April 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Kerajaan Yordania Azmi Mahafzah tekan MoU soal Wakaf. (dok. rendak.id)

Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Kerajaan Yordania Azmi Mahafzah tekan MoU soal Wakaf. (dok. rendak.id)

JAKARTA – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania semakin erat, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan dua kementerian di Kerajaan Yordania, Senin (14/4/2025) waktu setempat.

Dua kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset serta Kementerian Urusan Agama, Wakaf, dan Tempat Suci Kerajaan Yordania. Penandatanganan berlangsung di Yordania dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II.

“Kami sepakat dengan Yordania untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, mulai dari program sarjana, pascasarjana, double degree, hingga pelatihan singkat,” ujar Menteri Agama RI Nasaruddin Umar usai acara penandatanganan.

MoU pertama ditandatangani oleh Menag RI dengan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Yordania, Azmi Mahafzah, sementara MoU kedua berkaitan dengan urusan keagamaan dan wakaf ditandatangani bersama Menteri Wakaf, Urusan Islam, dan Tempat Suci Yordania, Mohammad Al-Khalaileh.

Menurut Menag, kerja sama ini mencakup berbagai bentuk sinergi, mulai dari pertukaran dosen, guru besar, mahasiswa, hingga santri. “Kami juga membuka peluang pelatihan singkat untuk penyegaran bahasa Arab dan studi Islam bagi dosen serta tenaga kependidikan,” tambahnya.

Tak hanya itu, program beasiswa di semua jenjang pendidikan juga menjadi bagian dari kesepakatan ini. “Beasiswa ini terbuka bagi dosen, mahasiswa, pelajar, hingga santri dari kedua negara,” jelas Menag.

Untuk memastikan implementasi berjalan maksimal, kedua negara sepakat membentuk komite bersama. “Komite ini akan melakukan rapat teknis secara berkala agar semua program dapat dieksekusi dengan optimal,” tandas Nasaruddin.

Fokus Moderasi dan Penguatan Wakaf

Di bidang keagamaan, kerja sama juga meliputi penguatan moderasi beragama dan pengelolaan wakaf. “Kami sepakat untuk saling berbagi pengalaman terkait praktik terbaik dalam mencegah ekstremisme berbasis agama dan memperkuat nilai-nilai toleransi,” terang Menag.

Kerja sama ini juga akan mencakup pertukaran informasi terkait pengelolaan masjid, warisan budaya keagamaan, serta pertukaran ulama, penceramah, dan imam masjid. “Kami ingin mendorong dialog antaragama dan antarbudaya sebagai bagian dari diplomasi damai,” ujarnya.

Di sisi lain, peningkatan kualitas pelaksanaan Musabaqah Al-Qur’an dan As-Sunnah juga menjadi bagian dari sinergi. Selain itu, kedua negara juga akan bertukar keahlian dalam pengelolaan zakat dan wakaf, serta memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan bagi ulama, pendakwah, dan nadhir.

“Yordania dan Indonesia akan terus memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, termasuk dengan memperkenalkan Akta Amman dan Deklarasi Istiqlal dalam forum internasional,” kata Menteri Al-Khalaileh.

Menutup pernyataannya, Menag RI menegaskan komitmen kedua negara untuk menjaga kesinambungan kerja sama. “Komite bersama juga akan dibentuk di sektor ini, agar kesepakatan tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi benar-benar membawa manfaat bagi umat,” tegas Nasaruddin. ***

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru