RENTAK.ID – Budayawan Butet Kartaredjasa mengemukakan kritiknya setelah relawan Projo Jogja mencabut laporan mereka ke Polda DIY.
“Terima kasih kepada Mas Budi Arie Setiadi Menkoinfo yang telah memerintahkan relawan di Jogja untuk mencabut laporan terkait pembacaan pantun saya tempo hari,” demikian ucap Butet dalam video singkat yang diterima, Senin (5/2/2024).
Pada saat itu, Butet membacakan pantun berisi sindiran terhadap Jokowi dengan menggunakan frasa binatang pada saat kampanye capres Ganjar Pranowo di Kulon Progo pada 28 Januari 2024 yang lalu. Butet mengungkapkan, “Menurut berita, Mas Budi memenuhi perintah Presiden Jokowi karena hal itu sebenarnya tidak penting dilaporkan.”
“Saya berpendapat, perintah dari Pak Jokowi seharusnya tidak hanya berlaku untuk saya saja. Perintah ini harus merangkul relawan-relawan untuk tidak sibuk mencari muka dengan Presiden secara sok-sok-an,” tegasnya.
Butet juga menyoroti bahwa pencabutan laporan tidak hanya untuk kasus dirinya saja, tetapi juga harus diperjuangkan untuk kawan-kawan yang sedang berjuang menegakkan demokrasi dan konstitusi seperti pelaporan atas Mas Aiman dan Palti Hutabarat serta guru-guru besar dari perguruan tinggi di Indonesia. Butet menekankan bahwa semua orang, termasuk dirinya, mengapresiasi seluruh pencapaian Presiden Jokowi.
“Karena ini semua adalah karena kami mencintai, maka kita harus mengingatkan dan mengkritik supaya Pak Jokowi tetap berada di jalur demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi. Itulah yang penting!” tegasnya.
Butet juga mengingatkan, kawan-kawannya yang mungkin merasa kecewa dengan politik mutahir yang sering terjadi di lingkaran Presiden Jokowi untuk terus mengingatkan bahwa penting bertahan di jalur demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi.
“Saya dan kawan-kawan di kepolisian Jogja dengan Kapolda DIY sudah berkomitmen tidak bikin juga berisik,” ucapnya.
“Kalau saya sampai diperiksa oleh Polda DIY, saya bisa bertemu dengan kawan-kawan sendiri. Polisi Jogja adalah sahabat dan kawan para seniman,” tegas Butet.
Akhirnya, Butet menegaskan ia tetap berteman dengan Presiden Jokowi. “Namun, jika Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak memperdulikan demokrasi, ini berarti, maaf Pak, kita harus konsisten berseberangan,” tutup Butet. ****













