Puan Maharani Hadiri KTT Hak Anak di Vatikan: Upaya Indonesia Lindungi Generasi Muda

- Penulis

Minggu, 2 Februari 2025 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puan Maharani dan  Paus Fransiskus di Vatikan beberapa waktu llau. (dok. dpr)

Puan Maharani dan Paus Fransiskus di Vatikan beberapa waktu llau. (dok. dpr)

ROMA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, bersama Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, tiba di Roma, Italia, pada Jumat (31/1/2025) petang waktu setempat. Keduanya disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Paus Fransiskus untuk menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights yang akan digelar pada 3 Februari 2025 di Istana Apostolik, Kota Vatikan.

Puan menyatakan, “Saya datang memenuhi undangan Paus Fransiskus karena 3 Februari nanti perwakilan negara-negara berkumpul di Vatican City menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights,” dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2025).

Konferensi ini bertujuan menjadi platform penting untuk mengatasi berbagai masalah mendesak terkait hak anak, serta mendorong kerja sama internasional demi masa depan yang lebih aman dan adil bagi anak-anak di seluruh dunia. Dengan tema ‘Let’s Love and Protect Them’, acara ini akan dihadiri oleh para pemimpin dunia, pejabat tinggi, dan advokat global terkemuka untuk hak anak.

Puan mengapresiasi inisiatif Paus Fransiskus dalam menggelar KTT ini, mengingat banyaknya persoalan global yang berdampak terhadap hak-hak anak, seperti kelaparan, kemiskinan, ketidaksetaraan, kekerasan, eksploitasi, perang, hingga perusakan alam.

“Tema konferensi ini sangat sesuai dengan situasi nyata di lapangan karena anak-anak di seluruh dunia terus menghadapi ancaman serius terhadap hak-hak mereka,” ujar Puan.

Sebagai Ketua DPR RI, Puan menekankan pentingnya pemenuhan hak anak, termasuk hak pendidikan, perlindungan dari kekerasan, dan pemenuhan hak dalam lingkup keluarga.

Ia berharap Indonesia dapat berkontribusi dalam gelaran World Leaders Summit on Children’s Rights ini, dengan berbagi pengalaman melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (KIA).

“Indonesia punya UU KIA sebagai langkah awal, semoga kita bisa saling belajar untuk membawa kebaikan bagi anak-anak di negara masing-masing,” pungkas Puan.

Penulis : rizal

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru