RENTAK.ID – Debat Tiga Capres yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) pada hari Selasa (12/12/2023) di kantor KPU pada pukul 19.00 WIB, dinilai Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, tidak memberi pencerahan yang memadai.
“Meskipun beberapa gagasan berkualitas muncul dari ketuga kandidat, durasi yang terbatas dan padatnya tema debat mengakibatkan kurangnya waktu untuk membahas topik secara mendalam,” kata Dedi saat dihubungi, Selasa (12/12/2023).
Dalam debat Capres ini, lanjut Dedi, bahwa Anies dan Ganjar menghadirkan gagasan yang berkualitas dalam mengkritik kondisi.
“Hal ini terutama terjadi pada tema awal debat yang tidak disukai oleh Prabowo, menjadi titik lemah pemerintah. Namun, durasi yang ringkas dan waktu yang terbatas untuk sanggahan, diakui Dedi, mengurangi kebermanfaatan dari debat tersebut,” bebernya.
Dedi menilai, dibutuhkan durasi yang memadai dan waktu yang cukup untuk sanggahan agar kedua kandidat dapat mengupas ide dan gagasan masing-masing secara komprehensif.
“Hanya saja, durasi yang ringkas, bahkan waktu sanggahan juga terbatas, ini hanya akan seperti wawancara searah, publik akan kesulitan menangkap apa yang akan dilakukan oleh kandidat ke depan,” bebernya.
Akibatnya, publik menjadi kesulitan untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh para kandidat ke depan karena debat hanya seperti wawancara searah yang mengulang kembali program kerja yang sudah disampaikan sebelumnya.
Data dari KPU RI menunjukan bahwa debat Capres ini memang hanya memiliki durasi ringkas, yaitu sekitar 90 menit.
Selain itu, debat juga dilakukan dengan padatnya tema sehingga tidak menghasilkan pencerahan yang memadai.













