Prabowo Percepat Proyek Tanggul Laut Raksasa Pantura, Siapkan Badan Otorita Khusus

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY saat dampinggi Presiden Prabowo Subianto. (dok. rentak.id)

AHY saat dampinggi Presiden Prabowo Subianto. (dok. rentak.id)

JAKARTA — Pemerintah Indonesia akhirnya bergerak cepat merealisasikan proyek ambisius Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa Pantai Utara Jawa, yang sempat mandek selama puluhan tahun.

Proyek sepanjang sekitar 500 kilometer, membentang dari Banten hingga Gresik, ini akan menjadi solusi strategis untuk mengatasi ancaman kenaikan muka air laut dan abrasi di kawasan padat penduduk tersebut.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun tanggul laut yang ditaksir menelan anggaran hingga USD 80 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun (kurs Rp16.300/USD). Proyek ini ditargetkan rampung secara bertahap dalam 15 hingga 20 tahun ke depan.

“Sekarang tidak ada lagi penundaan, kita akan segera mulai itu. Saya sudah perintahkan tim untuk roadshow ke berbagai wilayah, dan dalam waktu dekat saya akan bentuk Badan Otorita Tanggul Laut Pantai Utara Jawa,” kata Presiden Prabowo saat menutup International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Conference Center (JICC), Jumat (13/6/2025).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya proyek ini tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga sebagai langkah menyelamatkan jutaan jiwa dari ancaman perubahan iklim.

“Arahan Bapak Presiden tersebut bukan hanya merupakan respons teknis, tapi sebuah keputusan yang berani untuk menyelamatkan masa depan jutaan rakyat di pesisir utara Jawa. Bagi bangsa yang hidup di kepulauan, melindungi garis pantai adalah melindungi eksistensinya,” ujar AHY.

Ia juga mengungkap bahwa pemerintah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Giant Sea Wall Pantura untuk mempercepat pelaksanaan proyek sekaligus mengintegrasikan kerja lintas kementerian dan daerah.

Konferensi ICI 2025 yang berlangsung megah di Jakarta menjadi ajang penguatan kolaborasi internasional di bidang infrastruktur. Lebih dari 7.000 peserta dari puluhan negara menghadiri acara ini, termasuk delegasi dari Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Norwegia, Uni Eropa, hingga Uni Emirat Arab.

Sejumlah investor dan lembaga pembiayaan global juga menunjukkan ketertarikan mereka dalam mendukung proyek-proyek besar Indonesia, termasuk Giant Sea Wall, antara lain:

Macquarie Group (Australia)

GIC (Singapura)

World Bank

International Finance Corporation (IFC)

Asian Development Bank (ADB)

The Asia Group

Turut hadir dalam acara ini jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju, anggota DPR/MPR dan DPD RI, serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dengan proyek tanggul laut ini, Indonesia tak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga fondasi ketahanan iklim dan perlindungan bagi masa depan kawasan pesisir yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial nasional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB
DKPP Kebanjiran Aduan soal Putusan MK, Ketua dan Anggota KPU Dilaporkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terbaru