PLN Indonesia Power dan BKKBN Bali Bersinergi Tekan Stunting Lewat Program Tamasya

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Tamasya dirancang untuk memberikan pendampingan pengasuhan kepada pengasuh, anak, serta orang tua atau keluarga di Tempat Penitipan Anak . (dok rentak.id)

Program Tamasya dirancang untuk memberikan pendampingan pengasuhan kepada pengasuh, anak, serta orang tua atau keluarga di Tempat Penitipan Anak . (dok rentak.id)

DENPASAR – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN Perwakilan Provinsi Bali memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting dan pembangunan keluarga.

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Denpasar, Rabu (3/9/2025).

Kesepakatan tersebut menjadi dasar sinergi kedua pihak dalam mengoptimalkan sumber daya dan pelaksanaan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana). Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

Program Tamasya dirancang untuk memberikan pendampingan pengasuhan bagi anak, orang tua, serta pengasuh di Tempat Penitipan Anak (TPA). Tujuannya tidak hanya mengedukasi keluarga, tetapi juga memberikan intervensi langsung demi mencegah stunting sejak dini.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For, MARS, menekankan pentingnya dukungan lintas sektor.

“Kemendukbangga dan BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Stunting adalah masalah multidimensi yang memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk BUMN seperti PLN Indonesia Power. Sinergi ini penting agar program Bangga Kencana, khususnya percepatan penurunan stunting, dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Dr. Luhde juga menjelaskan bahwa Tamasya menggunakan pendekatan holistik. Selain memperhatikan gizi, program ini juga fokus pada perkembangan psikososial anak.

“Tamasya bukan sekadar tempat bermain, tapi pusat edukasi bagi orang tua untuk memahami cara mengasuh, memantau tumbuh kembang anak, dan memberikan stimulasi tepat agar anak terhindar dari risiko stunting,” tambahnya.

Sementara itu, Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Bali, I Made Harta Yasa, menyatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengasuhan anak usia dini.

“Melalui program Tamasya, PLN Indonesia Power berkomitmen untuk turut berperan dalam pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Bali,” ujar I Made Harta Yasa.

PLN Indonesia Power UBP Bali juga akan memfasilitasi pelaksanaan program ini di TPA Harapan Bangsa sebagai lokasi percontohan. Perusahaan akan membantu sosialisasi, pelatihan pengasuh, pendampingan orang tua, pemantauan pertumbuhan anak, hingga rujukan layanan kesehatan.

Kerja sama ini menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah dan BUMN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya PKS ini, diharapkan program Bangga Kencana dapat lebih efektif menjangkau masyarakat luas sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Keselamatan Kapal Indonesia Meningkat, Hanya 5 Kapal Ditahan Sepanjang 2025
BULOG Bagikan 350 Ribu Paket Sembako di May Day 2026, Bantu Ringankan Beban Buruh
AHY Dorong Percepatan Flyover dan Underpass untuk Atasi Perlintasan Rawan di Bekasi
KSPI Alihkan Aksi May Day 2026 ke Monas Usai Bertemu Presiden Prabowo
ATR/BPN Permudah Pengaduan Masyarakat Lewat Kanal Digital, Ini Cara dan Aksesnya
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, DPR Soroti Dugaan Kegagalan Sistem Keselamatan KAI
Kemnaker Perkuat Kompetensi Mahasiswa Polteknaker Hadapi Transformasi Digital dan Peluang Green Jobs 2026
Barantin Perkuat Laboratorium Karantina Hewan, Jamin Keamanan Pangan Nasional 2026

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keselamatan Kapal Indonesia Meningkat, Hanya 5 Kapal Ditahan Sepanjang 2025

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:19 WIB

BULOG Bagikan 350 Ribu Paket Sembako di May Day 2026, Bantu Ringankan Beban Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 11:34 WIB

AHY Dorong Percepatan Flyover dan Underpass untuk Atasi Perlintasan Rawan di Bekasi

Rabu, 29 April 2026 - 13:56 WIB

KSPI Alihkan Aksi May Day 2026 ke Monas Usai Bertemu Presiden Prabowo

Selasa, 28 April 2026 - 18:53 WIB

ATR/BPN Permudah Pengaduan Masyarakat Lewat Kanal Digital, Ini Cara dan Aksesnya

Berita Terbaru