Pilkada Seretak DPR Tak Harus Mundur, IPO: Politik Dinasti Tetap Subur di Daerah

- Penulis

Minggu, 12 Mei 2024 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. (ist)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. (ist)

RENTAK.ID – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dalam pemilihan umum atau Pemilu 2024.

KPU menyatakan bahwa calon anggota legislatif (caleg) terpilih tidak wajib mundur jika maju di pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2024. Sejak saat itu, pandangan berbeda terkait isu ini memenuhi ruang publik politik.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengkritik pandangan tersebut dan menyatakan bahwa hal itu sangat merugikan publik.

Praktik politik dinasti dan kekerabatan bisa suburkan jika Pilkada dan Pemilu tidak sinkron. Selain itu, potensi penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan kampanye juga meningkat.

Menurut Dedi, Ide dan gagasan Pilkada serentak sangat diperlukan karena faktor agar praktik politik dinasti atau kekerabatan bisa hilang.

Tiap kandidat hanya berkesempatan ikut sekali waktu dan tidak dapat berpindah daerah pilihan jika kalah di Pilkada sebelumnya.

“Sehingga, jika kemudian legislatif tidak harus mundur, maka peluang politik dinasti tetap subur di daerah,” kata Dedi, Minggu (12/5/2024).

Dedi menambahkan bahwa, calon kepala daerah menarik kandidat terbaik untuk memimpin daerah tertentu. Namun, jika mereka masih terlibat dalam politik praktis atau pemilihan umum, maka mereka perlu mundur dari posisi legislatif keanggotaan untuk memberikan kesempatan pada penggantinya yang sesuai.

“Hal ini memungkinkan peluang bagi politikus baru untuk maju dan menciptakan alternatif pemerintahan yang lebih baik,” ucapnya.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru

Transportasi

Pelanggan KA PSO KAI Tumbuh 7,7 Persen, Tembus 14,16 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:49 WIB