MARUNDA, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak (sidak) penyaluran bantuan pangan alokasi Oktober–November 2025 di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/11/2025).
Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan langsung bantuan untuk 1.512 penerima manfaat.
Rizal menyebut bantuan pangan periode ini istimewa karena tak hanya berisi beras seperti biasanya, tetapi juga dilengkapi dengan minyak goreng.
“Kami dari pemerintah mewakili Bapak Presiden menyerahkan bantuan pangan untuk masyarakat Marunda. Bantuan bulan Oktober–November ini agak spesial. Kalau biasanya hanya beras, sekarang ditambah minyak goreng,” kata Rizal.
Ia menegaskan, bantuan ini tidak hanya menyasar warga Marunda, tetapi seluruh masyarakat Indonesia yang terdata di Dinas Sosial.
“Saudara-saudara kita dari Sabang sampai Merauke juga menerima bantuan ini. Baik yang di Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua, semua dapat selama mereka terdata di Dinas Sosial,” ujarnya.
Setiap penerima bantuan wajib membawa surat undangan dari Dinas Sosial yang memuat barkot, serta menunjukkan KTP. Untuk pengambilan yang diwakilkan, keluarga harus membawa Kartu Keluarga dan KTP anggota keluarga yang mengambil bantuan.
“Kalau diambil putranya atau saudaranya, wajib membawa KK dan KTP. Itu untuk memastikan apakah benar masih dalam satu keluarga,” jelas Rizal.
Bantuan yang diterima warga terdiri dari 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Rizal berharap tambahan komoditas ini dapat membantu masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Mudah-mudahan bantuan dari pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto ini bisa meringankan masyarakat, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.
Salah satu warga penerima bantuan, Aprianti, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. “Terima kasih Bapak Prabowo. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan diberkahi,” ucapnya singkat.
Bulog mencatat, penyaluran bantuan alokasi Juni–Juli telah mencapai 99,99 persen dan menyisakan 0,01 persen. Sementara untuk alokasi Oktober–November, realisasi baru sekitar 18 persen.
“Bulan Juni–Juli hampir selesai, tinggal 0,01 persen. Untuk Oktober–November sudah sekitar 18 persen karena baru mulai awal hingga pertengahan November,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran Oktober–November sedikit terlambat karena adanya tambahan minyak goreng. Bulog harus menunggu ketersediaan stok agar dapat disalurkan bersamaan dengan beras.
“Kemarin ada penambahan minyak goreng, jadi kami menunggu ketersediaannya. Itu sebabnya ada sedikit keterlambatan,” katanya.
Penulis : lazir
Editor : ameri





