Pendidikan Tinggi Papua Barat: Wamen Fauzan Ajak Kolaborasi Kurangi Pengangguran

- Penulis

Minggu, 24 Agustus 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Fauzan saat meresmikan Universitas Muhammadiyah Papua Barat. (dok kemendiktisaintek)

Wamen Fauzan saat meresmikan Universitas Muhammadiyah Papua Barat. (dok kemendiktisaintek)

JAKARTA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, jumlah perguruan tinggi di Papua Barat masih terbatas, yakni hanya 2 perguruan tinggi negeri dan 9 perguruan tinggi swasta dengan total dosen sebanyak 214 orang.

Kondisi ini turut memengaruhi Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi yang baru mencapai 27,52 persen, di bawah rata-rata nasional sebesar 32 persen.

Sementara itu, data BPS Februari 2025 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Papua Barat sebesar 4,21 persen atau 295.161 orang, naik 0,08 persen dibandingkan Agustus 2024.

Fakta ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, serta memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat dalam membangun kebermanfaatan pendidikan tinggi di Papua Barat.

“Melalui transformasi ini, diharapkan akan terjadi perubahan tata kelola dan ekosistem pendidikan tinggi dalam rangka membangun resonansi kebermanfaatan, khususnya di Papua Barat. Ini memang tidak mudah, tetapi merupakan konsekuensi logis dari perubahan menuju perbaikan,” kata Wamen Fauzan saat meresmikan Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB), Sabtu (23/8/2025).

Ia menambahkan, Kemdiktisaintek di bawah kepemimpinan Prof. Brian Yuliarto telah meluncurkan program Diktisaintek Berdampak. Program ini merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta terobosan di bidang sains dan teknologi untuk memperkuat daya saing Indonesia di era global.

“Perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi. Kampus adalah bagian dari ekosistem sosial, pencetak peradaban baru, dan mampu menyelesaikan masalah dengan pendekatan sains serta teknologi,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi perubahan status Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Manokwari menjadi UMPB, berdasarkan SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 560/B/0/2025. Ia menilai, kehadiran UMPB menjadi simbol lahirnya generasi muda Papua Barat yang siap berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen pendidikan, UMPB akan menjadi pusat keunggulan akademik, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini adalah komitmen bersama untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Dominggus.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek yang telah memberikan perhatian serius bagi Papua Barat. “Saya berterima kasih karena kementerian telah sering hadir, melihat langsung, dan membantu memajukan generasi muda Papua Barat,” pungkasnya.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru