RENTAK.ID – Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah tegas dengan meningkatkan pengawasan terhadap standar keselamatan kolam renang di wilayahnya.
Langkah ini diambil setelah insiden tragis yang menimpa seorang bocah berusia enam tahun di kolam renang Hotel ANB, Kecamatan Pameungpeuk.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengungkapkan bahwa tim dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah diturunkan untuk mengevaluasi kelayakan fasilitas tersebut.
“Hari ini, Ibu Wakil Bupati akan langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi kolam renang dan mengunjungi keluarga korban,” ujar Nurdin kepada wartawan, Senin.
Menurut laporan, korban bernama Bagja Nurjaman (6) awalnya bermain perosotan di kolam sedalam satu meter.
Namun, tangannya tersedot ke saluran pembuangan air, menyebabkan ia kesulitan kembali ke permukaan.
Kejadian ini memicu keprihatinan masyarakat dan mendorong pemerintah daerah untuk segera bertindak.
Nurdin menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi bagi pengelola kolam renang di Garut.
“Kami akan perintahkan tim Dispora untuk memastikan semua kolam renang memenuhi standar keamanan. Ini harus menjadi kejadian terakhir,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengingatkan pengelola kolam renang agar lebih serius dalam memperhatikan aspek keselamatan pengunjung.
Meskipun banyak fasilitas yang dibangun dengan standar profesional, kejadian seperti ini menunjukkan adanya celah yang harus diperbaiki.
Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Untuk sementara, kolam renang di Hotel ANB ditutup hingga ada keputusan lebih lanjut.
Kasus ini menyoroti pentingnya regulasi yang lebih ketat dalam pengelolaan kolam renang umum.
Pemkab Garut berjanji akan terus meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: Antaranews.com






