Pemerintah Pertimbangkan Cabut Moratorium Pengiriman PMI ke Arab Saudi demi Untuk Menekan Pekerja Ilegal

- Penulis

Jumat, 14 Maret 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abdul Kadir Karding Bersama Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati). (foto : instagram apjati.id)

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abdul Kadir Karding Bersama Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati). (foto : instagram apjati.id)

JAKARTA – Setelah hampir satu dekade memberlakukan moratorium pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi, pemerintah kini mempertimbangkan untuk mencabut larangan tersebut. Meski telah dihentikan sejak 2015, sedikitnya 25 ribu PMI masih bekerja secara ilegal di negara tersebut.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengungkapkan niatnya untuk membuka kembali pengiriman PMI ke Timur Tengah. Langkah ini bertujuan untuk menekan jumlah pekerja ilegal dan memastikan mereka dapat bekerja secara resmi dengan perlindungan hukum yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan bahwa para PMI yang bekerja di Arab Saudi memiliki status legal dan mendapatkan hak-hak mereka sebagaimana mestinya,” ujar Karding di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Namun, Karding menegaskan bahwa pencabutan moratorium tidak akan dilakukan tanpa syarat. Pemerintah Arab Saudi harus memenuhi sejumlah ketentuan untuk menjamin kesejahteraan pekerja migran. Pertama, upah minimum bagi pekerja sektor domestik harus ditetapkan sebesar 1.500 riyal atau sekitar Rp7,5 juta per bulan. Kedua, harus ada jaminan asuransi kerja bagi PMI untuk memastikan keselamatan mereka selama bekerja. Ketiga, sistem perekrutan harus diubah, di mana PMI tidak lagi dikirim langsung ke majikan secara individu, melainkan melalui perusahaan penyalur yang terverifikasi.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Said Saleh Alwaini, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia.

“Kami mendukung penuh kebijakan ini karena dapat memberikan peluang lebih baik bagi PMI, baik dari segi karier maupun peningkatan keterampilan,” kata Said.

Lebih lanjut, Said juga menyoroti dampak positif dari kebijakan ini bagi pasar tenaga kerja dalam negeri. Dengan dibukanya kembali pengiriman pekerja ke Arab Saudi, ia meyakini angka pengangguran di Indonesia dapat berkurang, sementara PMI memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman kerja.

“Ini bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan, tapi juga kesempatan bagi PMI untuk meningkatkan keahlian, membangun pengalaman, serta memperluas wawasan mereka,” ujarnya.

Said juga optimistis bahwa kebijakan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para pekerja dan keluarganya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika kebijakan ini diiringi dengan perlindungan yang tepat, maka dampaknya akan sangat positif, baik bagi PMI, keluarga mereka, maupun perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” kata Said menutup pernyataannya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Enni

Berita Terkait

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal
Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Berita Terbaru