Pelatihan Kreatif di Dusun Maduarjo: Olahan Bunga Mawar dan Labu Siam jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

- Penulis

Selasa, 22 April 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Gelombang dua tahun 2024 menggelar pelatihan pengolahan bunga mawar yang dikemas menjadi “Rose Tea” serta Labu Siam menjadi cemilan berupa keripik yang diolah menjadi “SiRupuk dan Siripik”, yang memiliki nilai jual.

Kegiatan itu digelar di Dusun Maduarjo, Desa Badadan, Kecamatan Ngajum, Malang, Jawa Timur, Ahad (20/4/2025).

Tak hanya Rose Tea, SiRupuk dan SiRipik, para peserta yang diikuti kelompok ibu-ibu PKK tersebut juga diajarkan secara langsung membuat kerajinan tangan berupa gantungan kunci menggunakan bahan Resin yang dinamai whisper Of Petals.

Ahmad Nursajidin Kepala Dusun Maduarjo menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pelatihan yang digelar mahasiswa PPG. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama bagi ibu-ibu PKK.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK. Pelatihan seperti ini penting untuk menggali potensi lokal dan mendorong warga agar lebih kreatif dalam mengembangkan produk yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.

Salah seorang peserta pelatihan mengaku senang dan termotivasi. “Bahan-bahannya mudah ditemukan dan prosesnya tidak rumit. Saya ingin mencobanya sendiri di rumah,” ujar Bu Yanti, salah satu peserta.

Sementara itu, Erna Yayuk selaku Dosen pembimbing lapangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan dunia akademik dengan pemberdayaan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki peran nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya

Untuk diketahui, Data BPS Kabupaten Malang tahun 2024, luas panen bunga mawar di Kecamatan Ngajum mencapai 1,5 hektar dan labu siam sekitar 87 hektar. Namun selama ini, hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah.

Oleh karenanya, Mahasiswa berharap pelatihan ini menjadi langkah awal mendorong masyarakat mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi melalui optimalisasi potensi lokal.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal.

Penulis : Rky

Editor : Ami

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru