Pekan Keanekaragaman Hayati Ditutup, Optimisme Tinggi Dalam Upaya Konservasi Spesies dan Genetik Indonesia

- Penulis

Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekan keanePekan karagaman hayati  resmi  ditutup. (dok. khlh)

Pekan keanePekan karagaman hayati resmi ditutup. (dok. khlh)

RENTAK.ID – Pekan keanekaragaman hayati yang diselenggarakan dari tanggal 15 hingga 17 Mei 2024 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta resmi ditutup oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik KLHK, Bapak Nunu Anugrah.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan mulai dari siswa sekolah dasar, SMP, SMA hingga praktisi keanekaragaman hayati.

Antusiasme masyarakat terhadap Pekan Keanekaragaman Hayati 2024 cukup tinggi dan diharapkan dapat mendorong minat serta peran serta yang lebih luas dari segala kalangan dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bapak Alue Dohong pada tanggal 15 Mei, diisi dengan berbagai kegiatan menarik dari setiap peserta dan seminar talk show yang diadakan setiap hari mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

Sebelum kegiatan ini ditutup pada tanggal 17 Mei 2024, terlebih dahulu diberikan pemberian penghargaan kepada para peserta pameran yang telah turut menyukseskan kegiatan ini selama 3 hari.

Penghargaan untuk booth terbaik dimenangkan oleh Pertamina, diikuti oleh BRGM dan Ditjen PDASRH. Juara harapan 1 diisi oleh Ditjen PKTL

Sementara posisi harapan kedua dan ketiga diisi oleh Booth APRIL (Restorasi Ekosistem Riau) dan Balai Besar KSDA Papua Barat dan Papua. Juara favorit adalah Balai Besar KSDA NTT.

Dalam pidato penutupnya, Direktur KKHSG KLHK menyampaikan optimisme dalam kerja konservasi Indonesia dalam jangka waktu yang panjang.

“Dalam tiga hari terakhir ini kita telah disuguhi berbagai macam kegiatan yang merupakan hasil kerja kolaborasi serta dapat membuahkan semangat optimisme dalam upaya konservasi spesies dan genetik dalam jangka waktu yang panjang” ungkap Bapak Nunu Anugrah.

Menurut Bapak Wakil Menteri Lingkungan Hidup pada kegiatan World Species Congress tanggal 15 silam, ada kebutuhan nasional dalam membentuk komite nasional untuk mereview status konservasi nasional.

Hal tersebut merupakan semangat yang harus kita tindak lanjuti bersama karena kedepannya, pelaksanaan kegiatan konservasi harus mengedepankan paradigma kolaborasi, kerja sama, dan mencari solusi, lanjut Bapak Nunu Anugrah.

Diharapkan Pekan Keanekaragaman Hayati Indonesia dapat digulirkan kembali tahun depan demi menjaga semangat dalam upaya kerja konservasi nasional.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru