SEMARANG – Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, Jumat (27/2/2026).
Tiga pasar yang disambangi yakni Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan suci Ramadan serta menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Sidak turut didampingi Direktur Pengadaan Perum BULOG Prihasto Setyanto dan Pimwil Jawa Tengah Sri Muniati, serta melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kota Semarang bersama Satgas Pangan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pokok secara umum terpantau stabil dan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Harga beras premium tercatat Rp14.900/kg, beras medium Rp13.500/kg, dan beras SPHP Rp12.500/kg.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi turun dari Rp140.000/kg menjadi Rp130.000/kg. Daging ayam berada di kisaran Rp35.000/kg, turun dari Rp40.000/kg pada hari sebelumnya. Sementara itu, cabai merah terpantau di kisaran Rp32.000/kg.
“Kita memiliki pengalaman menjaga stabilitas harga pada periode Natal dan Tahun Baru lalu. Diharapkan selama Ramadan dan saat Idulfitri nanti kondisi juga tetap stabil. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan,” ujar Rizal.
Ia menegaskan bahwa monitoring akan diintensifkan sepanjang Ramadan 2026 guna memastikan kecukupan stok dan stabilitas harga di pasaran. BULOG memastikan persediaan komoditas pangan strategis dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Idulfitri.
Sebagai bagian dari transparansi dan penguatan pengawasan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memasang daftar harga kebutuhan pokok (price list) sebagai acuan bagi pedagang dan konsumen. Daftar tersebut juga menjadi instrumen kontrol untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan HET.
“Selain memantau, kami juga melakukan sosialisasi kepada pedagang agar menjual komoditas sesuai aturan serta menjaga ekosistem perdagangan yang sehat dan kondusif, tanpa merugikan konsumen maupun pelaku usaha,” tambah Rizal.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi lintas sektor antara BUMN pangan, pemerintah daerah, kementerian terkait, dan aparat pengawas dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan kondisi pasar tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman.
Penulis : lazir
Editor : ameri













