Partai Buruh dan KSPI Pimpin Demo Nasional, Besok 28 Agustus 2025 di DPR

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Said Iqbal saat paparkan demo di depan kantor Kemenaker. (dok. rentak.id)

Said Iqbal saat paparkan demo di depan kantor Kemenaker. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Puluhan ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB), termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Aksi nasional ini akan dipusatkan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, mulai pukul 10.15 WIB hingga selesai. Selain itu, aksi serentak juga digelar di berbagai wilayah Indonesia dengan melibatkan puluhan ribu buruh di daerah.

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi kali ini akan menekan DPR RI agar mendengarkan suara buruh.

“Kami akan memastikan aspirasi buruh didengar dan diperjuangkan. Isu yang kami usung menyangkut kehidupan jutaan pekerja Indonesia,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).

Tuntutan Utama Aksi Buruh 28 Agustus 2025

Dalam aksi nasional tersebut, para buruh mengangkat enam isu strategis yang menjadi tuntutan, di antaranya:

Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM). Buruh mendesak kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.

Stop PHK. Mendesak pemerintah membentuk Satgas PHK untuk melindungi pekerja.

Reformasi Pajak Perburuhan. Naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta per bulan, hapus pajak pesangon, THR, JHT, serta diskriminasi pajak terhadap pekerja perempuan menikah.

Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw.

Sahkan RUU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi.

Revisi RUU Pemilu dengan mendesain ulang sistem Pemilu 2029.

Said Iqbal menekankan bahwa perjuangan buruh bukan hanya soal kesejahteraan pekerja, tetapi juga tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Ini bukan sekadar perjuangan upah, tapi perjuangan untuk menciptakan sistem ketenagakerjaan yang adil, menolak diskriminasi, dan memberantas praktik korupsi yang merugikan rakyat,” tegasnya.

Aksi Damai, Media Diminta Hadir

Aksi yang dipimpin langsung oleh Said Iqbal bersama pimpinan serikat pekerja nasional ini disebut akan berlangsung secara damai dan tertib.

Penyelenggara juga mengundang partisipasi media massa untuk meliput jalannya aksi, guna menyampaikan informasi objektif kepada publik terkait aspirasi buruh.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru