Pakar Hukum: Perang Sarung Sama Saja Tindakan Kekerasan di Ruang Publik, Polisi Harus Bertindak!

- Penulis

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat tambahan Perang Sarung. (twitter)

Alat tambahan Perang Sarung. (twitter)

RENTAK.ID – Fenoma Atas fenomena Perang Sarung bukan lagi permainan, tapi telah menjadi kriminal. Sebab, sarung ada diisi batu. Akibatnya, ada yang tewas. Seperti dialamim Levino Rafa Fadila, remaja di Lampung Selatan tewas usai terlibat perang sarung. Siswa di salah satu SMP itu diduga meninggal karena dianiaya oleh 5 orang remaja lain.

Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti Azmi Syahputra mengatakan, terkait Perang Sarung Perlu langkah penanganan bersama antara kepolisian dan masyarakat terutama pengawasan orang tua dalam tiap keluarga.

“Kepolisian harus lebih tegas termasuk meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan keamanan, tindakan ini sangat urgen untuk dilakukan sebagai bagian upaya antisipasi konkrit. Terutama dalam mencegah Perang Sarung (perkelahian beramai- ramai) yang sebenaranya ini sama dengan tindakan kekerasan di ruang publik, yang dikenal dengan “tawuran” dan termasuk jadi aksi kekerasan jalanan yang dilakukan malam hari selama Ramadhan karenanya polisi harus menindak tegas,” kata Azmi, Sabtu (23/3/2024).

Azmi menegaskan, terhadap pelaku perkelahian berkelompok dengan istilah Perang Sarung karena ini merupakan tindakan kriminal maka polisi harus menerapkan sanksi yang tegas karena telah menggangu ketertiban umum.

“Termasuk jika perlu terapkan pemidanaan yang serius berupa pasal berlapis kepada pelaku apalagi sampai ada korban yang meninggal,” tegasnya.

“Terapkan pasal pembunuhan berencana, penyerangan pengeroyokan, perkelahian secara berkelompok dan penganiyaan berat dengan ancaman maksimal seumur hidup atau setidaknya minimal 12 tahun bagi pelaku termasuk bagi siapapun yang dengan sengaja merencanakan untuk menyerang,” ucap Azmi.

Termasuk, lajutnya, bagi pelaku yang memprovokasi jadi pemicu terjadinya perang sarung yang semestinya bulan ramadhan ini harus diisi dengan kegiatan ibadah bukan pula dengan membuat tindak pidana kekerasan penganiayaan antar para remaja.

“Polisi maupun pihak terkait memberikan ancaman bagi para pelaku bahwa tindakan mereka tersebut akan menjadi catatan kriminal yang akan berdampak bagi masa depan para pelaku. Sehingga diharapkan hal ini dapat lebih efektif agar tidak berbuat termasuk menjadi efek jera bagi pelaku,” bebernya.

Karena itu, Azmi pun meminta kepada orang tua agar lebih aktif termasuk meningkatkan pantauan, pengawasan dan kontrol terhadap kegiatan anaknya. Saat berada di luar rumah selama bulan puasa, apalagi rata-rata anak remaja ini berada di fase krisis identitas.

“Jangan sampai anak remaja tersebut menjadi korban kejahatan atau bahkan pelaku kejahatan. Karenanya polisi dibantu komponen masyarakat harus punya kontrol sosial sebagai antisipasi agar lingkungan masyarakat selalu kondusif. Bila telah terjadi harus menindak tanpa kompromi segala bentuk tindak kriminal termasuk setiap perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban umum, merugikan orang lain apalagi sampai membahayakan keselamatan orang lain,” tutup Azmi Syahputra. ***

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru