JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan kekagumannya terhadap keberanian Sugianto, seorang pekerja migran Indonesia yang melakukan aksi heroik saat kebakaran hutan melanda Kawasan Uiseong-gun, Gyeongbuk, Korea Selatan pada Sabtu (22/3/2025).
Kebakaran hutan yang melanda wilayah tersebut dengan cepat menyebar hingga mencapai desa pesisir di Yeongdeok, mengancam keselamatan penduduk setempat.
Di tengah situasi yang sangat genting, Sugianto bersama kepala desa setempat dengan sigap mengambil inisiatif untuk memperingatkan warga agar segera mengungsi.
Dalam situasi yang penuh tekanan, Sugianto tidak hanya menginstruksikan evakuasi secara langsung, tetapi juga mengambil langkah berani dengan menggendong seorang lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Ia membawanya sejauh 300 meter ke lokasi yang lebih aman, sebuah tindakan yang kemudian dikenal luas sebagai contoh nyata kepedulian dan keberanian.
Menteri Karding mengungkapkan bahwa tindakan kemanusiaan yang dilakukan Sugianto telah memberikan dampak positif yang besar, tidak hanya bagi warga lokal di Korea Selatan, namun juga sebagai representasi nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dari bangsa Indonesia.
“Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia melalui aksi heroik yang menyelamatkan lansia di Korsel. Aksi Anda menunjukkan bahwa kemanusiaan adalah prioritas utama,” ujar Karding dengan penuh keyakinan.
Tak hanya itu, aksi heroik Sugianto juga mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Korea Selatan. Kementerian Kehakiman negara tersebut tengah meninjau kemungkinan pemberian izin tinggal jangka panjang (F-2) kepada Sugianto, seorang pelaut asal Indonesia.
Kebijakan ini dipertimbangkan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi nyata yang telah diberikan Sugianto kepada kepentingan umum, yang juga mencerminkan nilai solidaritas antarbangsa.
Kebakaran hutan di Uiseong-gun, yang dikenal dengan kondisi geografis yang rawan terhadap bencana alam, kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antarwarga dalam menghadapi bencana.
Insiden yang terjadi pada 22 Maret 2025 itu bukan hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan ratusan warga yang tinggal di daerah pesisir. Dalam situasi seperti ini, peran serta masyarakat setempat sangat krusial untuk mencegah terjadinya korban jiwa yang lebih banyak.
Menurut beberapa saksi mata, keberanian Sugianto bersama timnya dalam mengoordinasikan evakuasi menjadi salah satu penyelamat utama yang mencegah potensi bencana lebih parah. Aksi tersebut mendapat apresiasi tidak hanya dari pejabat pemerintah, tetapi juga dari masyarakat internasional yang mengikuti perkembangan berita melalui berbagai media.
Tindakan Sugianto menggambarkan nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi teladan bagi seluruh bangsa.
Di tengah dinamika global yang sering kali diwarnai oleh persaingan dan perbedaan, kisah kepedulian seperti yang ditunjukkan Sugianto menginspirasi banyak pihak untuk menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Karding menyatakan keyakinannya bahwa aksi-aksi seperti ini akan semakin memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
“Aksi heroik seperti yang dilakukan Sugianto tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai bangsa yang penuh empati dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Pemberian izin tinggal jangka panjang (F-2) yang tengah dipertimbangkan oleh Pemerintah Korea Selatan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas tindakan kepahlawanan Sugianto.
Langkah ini juga diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pekerja migran Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dan perlindungan internasional.
Selain itu, insiden ini mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menghadapi bencana alam.
Sebagai penutup, kisah heroik Sugianto tidak hanya menjadi berita positif di tengah situasi darurat, tetapi juga menginspirasi banyak pihak untuk terus menjaga dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Indonesia, dengan segala tantangannya, terus menunjukkan bahwa keberanian dan solidaritas dapat mengatasi batas geografis dan budaya, menyatukan dunia dalam satu semangat kemanusiaan. ***
Penulis : lazir
Editor : regardo













