Optimalkan Manajemen Krisis Pariwisata: Menuju Destinasi Wisata yang Aman

- Penulis

Rabu, 17 April 2024 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan The Weekly Brief With Nia Niscaya. (Humas Kemenparekraf)

Kegiatan The Weekly Brief With Nia Niscaya. (Humas Kemenparekraf)

RENTAK.ID – Dalam upaya mewujudkan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan, forum MKK diharapkan dapat menjadi wadah bagi koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat lokal.

Hal ini sangat penting mengingat pariwisata rentan terhadap berbagai krisis, baik alam maupun non-alam.

Staf Ahli Menteri Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo dalam “The Weekly Brief With Nia Niscaya” di Jakarta, Selasa (16/4/2024), mengatakan pariwisata adalah sektor yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus melibatkan semua pemangku kepentingan yang ada.

“Kami terus mendorong pembentukan MKK di daerah yakni forum yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait,” kata Fadjar Hutomo.

Keberadaan forum ini sangat penting karena pariwisata merupakan sektor yang sangat rentan terhadap krisis baik yang disebabkan bencana alam maupun nonalam. Sehingga gerak cepat dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk dapat membantu mencegah atau mengurangi dampak negatif ketika terjadi krisis.

Kemenparekraf/Baparekraf juga telah melakukan pemantauan selama libur lebaran di beberapa destinasi wisata di Pulau Jawa.

Lonjakan kunjungan wisatawan menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur dan pengelolaan destinasi untuk memberikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi wisatawan.

0Dalam konteks ini, kerja sama antara pemerintah daerah, dinas pariwisata, dan pelaku industri menjadi kunci untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.

Dengan adanya upaya bersama melalui MKK dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan pariwisata Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan sambil tetap menjaga keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru