PADANG – Upaya pemulihan pascabanjir di Sungai Air Dingin, Kota Padang, Sumatera Barat, terus dikebut. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung ke lapangan pada Kamis (29/1/2026) untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan cepat dan efektif, terutama demi mengembalikan fungsi sungai serta menjamin pasokan air irigasi dan air bersih bagi warga terdampak.
Dalam kunjungannya, Menteri Dody menegaskan bahwa normalisasi Sungai Air Dingin tidak boleh berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan sektor pertanian. Ia meminta agar seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal.
“Kita percepat penyelesaiannya. Normalisasi sungai harus segera tuntas. Saya sudah sampaikan ke Kepala BWS Sumatera V, kalau perlu minta penyedia jasa bekerja 24 jam,” ujar Menteri Dody.
Selain percepatan teknis, Menteri Dody juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat terdampak melalui program padat karya. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar bencana tidak memutus mata pencaharian warga.
“Arahan Bapak Presiden jelas, mata pencaharian masyarakat tidak boleh ikut terhenti. Karena itu, saya minta dipikirkan skema padat karya agar warga tetap punya penghasilan. Program ini bisa mulai diterapkan, misalnya saat pemasangan bronjong,” kata Menteri Dody.
Saat ini, penanganan darurat telah mencakup perbaikan alur sungai sepanjang 2.439 meter serta perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi Bendung Koto Tuo sekaligus mengendalikan sedimen dan material kayu yang terbawa arus banjir. Penanganan juga dilengkapi dengan penerapan desain sand pocket dan groundsill guna menjaga kestabilan dasar sungai.
Dalam kaitannya dengan ketahanan pangan, Menteri Dody mengingatkan bahwa musim tanam akan segera dimulai sehingga ketersediaan air irigasi menjadi prioritas utama. Meski luas sawah di kawasan tersebut sekitar 700 hektar, ia menegaskan tanggung jawab negara tetap harus hadir.
“Sawah di sini memang tidak luas, tapi itu tetap kewajiban Kementerian PU. Saya tidak mau sawah yang masih produktif justru kekurangan air atau bahkan tidak mendapat air saat musim tanam,” tegasnya.
Untuk sementara, kebutuhan air irigasi dan air bersih masyarakat dipenuhi melalui penggunaan pompa. Menurut Menteri Dody, fungsi irigasi dan penyediaan air bersih harus dipastikan pulih secepat mungkin karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Air ini bukan hanya untuk sawah, tapi juga untuk kebutuhan air bersih warga. Dua-duanya harus segera kita amankan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, menyampaikan bahwa penanganan tanggap darurat Sungai Air Dingin ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Berbagai alat berat dan material pendukung telah disiagakan di lokasi, mulai dari excavator, dump truck, hingga geobag, bronjong, dan jumbo bag.
“Dengan penanganan ini, kami berharap fungsi sungai dapat segera pulih, pasokan air irigasi dan air bersih terjamin, serta risiko banjir susulan di Sungai Air Dingin dapat ditekan,” pungkasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri






